Selamat datang di blog Cara Beternak dan Budidaya, Silahkan cari artikel yang anda butuhkan dengan mengetikan keyword di kotak pencarian
Hasil pencarian
Hasil pencarian

Berdasarkan keputusan menteri pertanian, nomor: 2916/kpts/ot.140/6/2011 tentang penetapan rumpun domba batur. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Juni 2011 oleh MENTERI PERTANIAN,  Bahwa domba batur merupakan salah satu rumpun domba lokal Indonesia, yang mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan. Domba batur mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun domba asli atau domba lokal lainnya dan merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

Asal-usul Domba Batur
1. Nama rumpun domba : domba batur
2. Asal-usul : merupakan hasil persilangan antara domba merino dengan domba ekor tipis dengan sebaran asli geografis di Kecamatan Batur dan sekitarnya, yang secara turuntemurun dikembangkan  masyarakat sejak tahun 1974 dan menjadi milik masyarakat Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah;
3. Karakteristik domba batur :
a. Sifat kualitatif (dewasa) :
1) warna :
a. tubuh dominan : putih susu;
b. bulu : putih;
c. kulit tubuh : putih sampai kemerahan;
d. hidung : putih;
e. telinga : putih;
f. ekor : putih;
g. kuku : hitam.
2) bulu : berupa wol halus dan lebat yang hampir menutupi seluruh permukaan tubuh;
3) tanduk : jantan dan betina tidak bertanduk;
4) bentuk telinga : kecil mengarah ke samping;
5) garis muka : cembung;
6) garis punggung : lurus sampai agak cekung;
7) bentuk ekor : kecil dan pendek dengan ujung ekor meruncing;
8) bentuk tubuh : besar dan panjang;
9) temperamen : tenang.

b. Sifat kuantitatif (dewasa) :
1) ukuran permukaan tubuh :
a. tinggi pundak : 77,6±1,7 cm (jantan) dan 72,2±3,1 cm (betina)
b. panjang badan : 106,2±8,8 cm (jantan) dan 88,0±9,2 cm (betina)
c. lingkar dada : 118,4±8,8 cm (jantan) dan 95,2±5,8 cm (betina)
2) bobot badan : 108±13,0 kg (jantan) dan 82,0±4,5 kg (betina)

c. Sifat reproduksi :
1) umur kawin pertama : 10 – 12 bulan
2) umur beranak pertama : 15 – 19 bulan
3) jumlah anak sekelahiran : 1 – 2 ekor
4) siklus berahi : 17 – 19 hari
5) lama berahi : 25 – 35 jam

d. Sifat keindukan : baik

4. Wilayah sebaran : Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tenga.


Daftar Pustaka

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2011. Penetapan Domba Batur. Keputusan Menteri Pertanian nomor: 2916/kpts/ot.140/6/2011. Jakarta.
Ternak Kambing yang ada sekarang diduga berasal dari 3 Kambing liar yakni Capra hircus dari Pakistan dan Turki, Capra falconeri dari Khasmir dan Capra prisca dari Balkan.
systematic zoology kambing dapat disusun sebagai berikut
Kingdom         :  Animal
Phylum            :  Chordata
Class                :  Mammalia
Order               :  Ungulata
Family             :  Bovidae
Genus              :  Capra
Species            :  Capra species

Kalau diamati perkembangan sebagai ternak potong, maka kambing masih kalah dengan domba, dan biasanya disamping sebagai ternak potong juga sebagai ternak perah. Banyak kambing-kambing luar yang didatangkan ke Indonesia seperti Etawa, Angora, Khasmir, Mountgommeri dari India dan juga Saanen dan Toggenburg dari Belanda. Peternakan Kambing di Indonesi banyak terdapat di pantai utara Jawa, Sulawesi Selatan, Aceh dan Nusa Tenggara. Pada daerah tropis umumnya bertujuan sebagai ternak potong, namun di daerah sub tropis banyak diarahkan pada produksi susu.

Bangsa Kambing
Uraian bangsa-bangsa kambing sebagai ternak potong tidak lepas dengan uraian kambing perah pada Pokok Bahasan Ternak Perah. Bangsa kambing yang ada di Indonesia antara lain :
Kambing Kacang (Kambing Jawa), Terdapat diseluruh Indonesia, bentuk badan kecil dengan bobot badan 10-20 Kg dan tinggi badan ± 53 cm, telinga pendek tegak. Namun juga ada yang mencapai bobot badan jantan 25 Kg dan betina 20 Kg.
Kambing Benggala, Orang banyak menyebut kambing autralia, namun sebenarnya bukan dari Australia tetepi dari Mesir. Terdapat banyak di pantai utara Pulau Jawa seperti Cirebon dan Semarang. Tubuh agak besar dari kambing kacang, leher tegak pendek sehingga tampak gagah, bulu panjang dan ada yang tidak bertanduk.
Kambing Kosta, Kambing Kosta berasal dari Iran, terdapat banyak disekitar Jakarta. Badan tegak, hidung rata dan kadang melengkung, tanduk pendek, telinga agak panjang. Warna kebanyakan putih.
Kambing Jawarandu, Nama lain dari kambing jawarandu adalah Kambing PE (Lihat di Bab ternak Perah).
Kambing Anggora. Kambing ini berasal dari Turki, Jantan dan betina bertanduk, telinga rebah, bulu lebat panjang.

Kambing Boer
-          BOER FULLBLOOD,FB ini adalah kambing boer yang dibawa daripada Afrika Selatan berbadan tegap. Warna kambing boer tulen keseluruhan kemerah-merahan atau hampir hitam.
-          FERAL, Feral Kambing liar Australia. Petani di sana menangkapnya disekitar hutan dan menjualnya keseluruh dunia, termasuk Indonesia dan Malaysia.
-          BOER F1, Boer FB jantan yang di kawinkan dengan kambing feral betina yang berwarna putih. Menghasilkan boer F1. Berwarna putih keseluruhan dan bentuk badan masih bercirikan feral
-          BOER F2, Boer FB dikawinkan denga boer F1 menghasilkan boer F2. Ciri-ciri utamanya ialah kepala berwarna coklat tetapi agak kabur warnanya. Bentuk badannya juga masih kurang ciri-ciri boer yang berkualitas
-          BOER F3, Boer F3 adalah kawinkan antara boer FB dengan boer F2. Ciri-ciri utamanya ialah kepala berwarna coklat kemerah-merahan. Bentuk badan menyerupai kambing boer FB. Kualitasnya sangat baik dan banyak dibawa masuk ke Malaysia dan Indonesia.
-          BOER F4, Begitu juga boer F4. Ia juga merupakan kacukan antara boer FB dengan F3. Kepalanya berwarna coklat lebih gelap berbanding boer F3. Keseluruhan kepalanya coklat kemerah-merahan dan kehitam-hitaman. Bentuk badan menyerupai kambing boer FB juga.
-          BOER F5 -F7 (PURE BREED)
Boer F5-F7 juga di kenali sebagai Boer Purebreed Kacukan ini memperlihatkan pengaruh gen boer yang kuat.

Secara keseluruhannya, kelihatan boer purebreed hampir sama dengan boer FB. Cuma terdapat tompok-tompok putih atau tompok-tompok coklat di badannya. Warna coklat kemerah-merahan bukan hanya terdapat di kepala tetapi turut terdapat di badan. Boer generasi ini juga sangat berkualiti untuk dijadikan baka (pejantan).

Boer Fullblood (FB) – adalah kambing boer keturunan asal dari Africa yang tidak dicampur dengan mana-mana baka kambing lain. Kambing ini mempunyai ciri Boer yang sebenar, iaitu cepat membesar dan membiak. Kat Malaysia harga untuk jenis ini paling kurang RM2,000 seekor.
Boer F1 – adalah anak kambing yang lahir hasil dari perkahwinan antara Boer Fullblood (FB) dengan kambing jenis lain.
Boer F2 – adalah anak kambing yang lahir hasil dari perkahwinan antara Boer Fullblood
(FB) dengan Boer F1
Boer F3 – adalah anak kambing yang lahir hasil dari perkahwinan antara Boer Fullblood (FB) dengan Boer F2
Boer F4 – adalah anak kambing yang lahir hasil dari perkahwinan antara Boer Fullblood (FB) dengan Boer F3

Purebreed – adalah gelaran bagi F4 (bagi betina) dan F4 keatas bagi jantan.


Beberapa Istilah yang terkait dengan Ternak Kambing
  • Alpine = Salah satu bangsa kambing perah yang terkenal berasal dari Perancis dan Swiss, dengan warna putih dan hitam serta totol-totol. Termasuk kambing perah yang berukuran besar, betina dewasa mencapai 55 Kg. Produksi susu dapat mencapai 950 Kg dengan kadar lemak 3,5 % dalam masa laktasi 8 – 10 Bulan.
  • American la mancha = Bangsa kambing perah yang terkenal di Amerika serikat.
  • Angora = Bangsa kambing yang berasal dari daerah Angora Asia Kecil. Kambing ini terkenal sebagai penghasil Mohair yaitu bulu kambing yang berkualitas bagus, disamping peranan kambing ini sebagai penghasil daging.
  • Bleat = Suara yang spesifik dari kambing atau domba.
  • Buck = Kambing jantan dewasa.
  • Buck Kid = Kambing jantan muda
  • Chevon = Daging anak kambing (kid).
  • Doe = Kambing betina dewasa.
  • Doe Kid = Kambing betina muda
  • Venison = daging rusa yang dapat dimakan.
  • Slatted floor = alas kandang yang berlubang (tidak rapat)
  • Slurry = feaces yang tercampur urine dalam perkandangan ternak.
  • Marbling = penyebaran partikel lemak di dalam daging.
  • Meatiness = derajat perdagingan atau ratio antara urat daging, lemak dan tulang.
  • Mohair = bulu kambing jenis angora.
  • Chevrotain = Tragulus javanicus (kancil / pelanduk).
  • Carbonated water = Air minum yang mengandung CO2. Pada ayam petelur, peristiwa “Panting” yang terjadi pada keadaan suhu lingkungan tinggi, dimaksudkan untuk mengurangi beban panas dari dalam tubuh. Karena terengah-engah itu, maka terlalu banyak CO2 yang dikeluarkan sehingga tubuh mengalami defisiensi CO2 dan karena cenderung terjadi “ALKALOSIS” (Respiratory Alkalosis). Salah satu akibatnya ialah tidak sempurnanya sistesa kulit telur (CaCO3), hingga kulit telur menipis dan resiko pecah sangat meningkat. Penggunaan air minum yang mengandung CO2 telah menunjukkan hasil yang dapat diharapkan mengatasi problema tsb. Di samping itu pada ternak Kambing dan babi, penggunaan carbonated drinking water juga membantu problema respiratory alkalosis.
  • Flushing = Usaha memperbaiki makanan pada ternak yang habis melahirkan anak agar supaya segera dapat kembali pada kondisi normal.
Penjinakkan domba diperkirakan dari Asia Tengah. Seperti di Turkistan ditemukan tulang-tulang yang berumur kira-kira 8000 tahun sebelum Nabi Isa. Semenjak permulaan usaha peternakan domba diarahkan guna menghasilkan air susu, daging, gemuk dan wool.

Domba Mouflon (Ovis musimon) hidup dalam keadaan liar, warnanya sawo matang keabu-abuan sampai kemerah-merahan, tanduk sangat kuat membengkok ke belakang. (Kadang-kadang betina juga bertanduk). Sungguhpun penyebarannya sangat luas, namun sekarang hanya terdapat di Corsika dan Sardinia.

Domba Argali (Ovis ammon) terdapat banyak di Asia Utara dan Asia Tengah mulai dari Turkistan sampai Kamchatka. Domba ini ditandai dengan tanduk yang terpilin. Domba urial (Ovis vignei), sebagai domba asli Asia Tengah. Domba ini ditandai dengan surai pada leher dan tanduk yang terpilin kuat baik yang jantan maupun yang betina.

Domba-domba jinak diduga keturunan dari Domba Urial (Ovis vignei) yang merupakan awal domba di Asia Kecil, Balkan, Hongaria dan bangsa-bangsa domba dari Alpen. Demikian juga Domba Merino dianggap keturunan dari domba urial ini.Persilangan domba Mouflon dan Domba Urial berkembang di Eropa.

Di Indonesia, usaha untuk memajukan peternakan domba telah dirintis dengan mendatangkan bibit-bibit dari luar negeri seperti Merino, Kapstad, Romney, ataupun Texal dari Belanda dengan tujuan memperbaiki domba-domba local.

Secara systematic zoology, domba dapat disusun sebagai berikut :

Kingdom         :  Animal
Phylum            :  Chordata
Class                :  Mammalia
Order               :  Ungulata
Family             :  Bovidae
Genus              :  Ovis
Species           :  Ovis species

Banyak orang yang kesulitan untuk menentukan domba atau kambing. Untuk itu secara umum dapat dibedakan keduanya dengan melihat :

Bagian
Kambing
Domba
Janggut
Rambut dan Wool
Ekor
Bau
Cara Makan
Nama
Berjanggut (terutama ♂
Berambut
Ekor arah ke atas
Ada Bau Khas (khususnya ♂)
Broushing (meramban)
Wedus
Tidak Berjanggut
Wool (domba Indonesia masih juga berambut)
Arah ke bawah
Tidak ada bau khas
Grazzing (merumput)
Gibas

Bangsa-bangsa Domba yang ada di Indonesia

Domba Jawa Asli
Terdapat di seluruh Indonesia, bentuk kecil dan daging sedikit, beranak satu (jarang beranak 2-3 ekor),  warna rambut putih, hitam, sawo matang sampai coklat.

Domba Ekor Gemuk (DEG)
Domba ini banyak terdapat di Pulau Madura, Bondowoso, Probolinggo, Besuki, Jember, Situbondo dengan asal usul yang tidak pasti. Ciri khas adalah Ekor Gemuk dan panjang dengan berat  3-10 Kg dimana ujungnya kecil.

Domba Priangan (Garut)
Terdapat di Priangan / Garut Jawa Barat. Diperkirakan merupakan hasil silang dari Domba Lokal, Domba Tanjung Harapan (Asal Afrika Selatan) dan Domba Merino (Asal Australia).

Domba Garut merupakan domba Indonesia yang paling baik, dimana BB Jantan 60-80 Kg, Betina 30-40 Kg dengan Tinggi Jantan 75 cm dan betina 62 cm. Warna rambut kebanyakan putih, tetapi ada juga yang hitam, coklat, belang hitam dan abu-abu dengan bulu yang halus, panjang dari yang asli.

Domba Merino
Asal dari Asia Kecil. Karena mutu wool baik, maka cepat berkembang dikawasan dunia seperti Australia, Eropa, Afrika dan Amerika.

Domba Rambouillet
Asal Perancis. Badan lebar dalam dan padat, gesit, kepala terangkat. Yang jantan bertanduk besar, sedangkan yang betina tidak bertanduk. Domba ini merupakan tipe daging dan wool yang sangat baik.

Domba dari Luar Negeri
  1. Domba Chevoid (Scotland)
  2. Domba Southdown (Inggris)
  3. Domba Leicester (Inggris)
  4. Domba Lincoln (Inggris)
  5. Domba Corriedale (New Zealand)
  6. Domba Karakul (Amerika Serikat)
  7. Domba Gurez, Karanah, Bhakaral dari India.

Beberapa Istilah yang terkait dengan Ternak Domba
  • Argali = Domba liar (ovis ommon) yang terdapat di Asia Pusat.
  • Berrichon du cher = Bangsa domba perah yang dikembangkan di Perancis yang mengandung darah domba merino
  • Chamois = kulit segar domba yang disamak dengan minyak.
  • Cheviot = Salah satu bangsa domba tipe pedaging
  • Corriedale = Salah satu bangsa domba yang termasuk tipe pedaging yang cukup baik.
  • Dagging / Crutching = pencukuran bulu domba biasanya pada musim gugur dan panas untuk mencegah infeksi parasit.
  • Drape = Sapi atau domba betina yang tidak dapat beranak.
  • Drysdale = suatu bangsa domba dari selandia baru yang merupakan tipe wool. Domba ini merupakan mutasi dari Romney.
  • Ewe = domba betina dewasa.
  • Fag = caplak yang menyerang domba.
  • Wether = domba jantan yang telah dikastrasi
  • Gimmer / hogget = Domba betina yang mulai saat disapih sampai saat pencukuran woolnya yang pertama kali.
  • Ile de france = Bangsa domba yang berasal dari perancis.
  • Lamb = anak domba
  • Masham = hasil persilangan domba Black Face dengan Wensleydale
  • Mutton = daging domba atau kambing pada fase pertumbuhan awal.
  • Teg = domba yang berumur sekitar 2 tahun.
  • Texel = Bangsa domba dari Belanda pertumbuhan cepat dan produksi susu banyak.
  • Tup = domba jantan
  • Southdown = Bangsa domba tipe daging
  • Shropshire = salah satu bangsa domba tipe daging.
  • Ram = Domba jantan dewasa
  • Rambouillet = Bangsa domba tipe wool
  • Shear = memotong atau mencukur bulu pada domba atau kambing
Dibeberapa Negara termasuk Negara tropis walaupun banyak jenis kambing, tetapi masih sedikit sekali perhatian terhadap seleksi atau breeding dalam usaha memperoleh satu performance yang baik (Blakely,1991).

Kambing Etawah
Bangsa kambing perah Etawah atau Jamnampari merupakan kambing popular dan tersebar luas sebagai kambing perah (susu) di India, Asia Tenggara dan di daerah-daerah lain. Kambing ini mempunyai telinga yang lebar dan panjang serta menggantung. Kambing perah Etawah merupakan kambing perah yang baik dan juga sering digunakan sebagai produsen daging. Warna bulunya bervariasi dengan warna dasarnya putih, coklat dan hitam. Telinga menggantung dan panjangnya ± 30 cm. Ambing biasanya berkembang baik. Berat badannya yang jantan 68-91 kg, sedang yang betina 36-63 kg. produksi susu dapat mencapai 235 kg dalam periode laktasi 261 hari dan produksi susu tertinggi tercatat 569 kg. kadar lemak rata-rata 5,2% karkas kambing jantan dan betina umur 12 bulan dapat mencapai 44-45% berat hidup (Blakely,1991).

Kambing Saanen
Bangsa kambing Saanen berasal dari lembah Saanen di Swiss bagian barat kambing ini sangat terkenal, berwarna putih dengan bulu yang panjang atau pendek. Telinganya tegak dan tajam. Kambing ini merupakan kambing bangsa Swiss yang tersebar dengan berat lebih dari 65 kg pada saat dewasa kelamin. Menonjol karena jumlah (produksi) susunya banyak, tetapi lemak susunya agak rendah (Blakely,1991).

Toggenburg. Bangsa kambing Toggenburg atau bangsa Togg berasal dari pegunungan Alpen di Swiss. Kambing ini adalah jenis kambing kecil dengan badan pendek dan kompak. Kambing betina mempunyai berat 45 kg saat dewas kelamin. Kambing Togg berwarna coklat dibagian badannya dengan warna putih di kaki bagian bawah, dasar ekor dan sisi wajah bagian bawah. Kambing ini berambut panjang atau sedang berjenggot. Kambing Toggenburg merupakan kambing penghasil susu yang baik (Blakely,1991). Kepala kambing Toggenburg mempunyai ukuran sedang dan garis profilnya sedikit konkav (cekung). Telinganya berdiri dari mengarah kedepan (Prihadi,1997).

Anglo Nubian. Bangsa kambing Anglo Nubian merupakan persilangan antara kambing Jamnampari dari India dan Nubian. Kambing tersebut merupakan kambing yang besar, mempunyai kaki yang tinggi dengan kulit yang baik dan bulu mengkilap. Mempunyi telinga panjang dan menggantung, profil mukanya konveks (cembung) yang biasanya disebut Roman Nose. Jadi bentuk kepala kambing tersebut keseluruhan seperti kepala unta dan biasanya tidak bertanduk. Warna bulu sangat bervariasi. Pada puncak laktasi produksi susu mencapai 2-4 kg per hari dengan rata-rata 1-2 kg per hari. Susu kambing Anglo Nubian mempunyai kadar lemak yang tinggi, rata-rata 5,6% (Prihadi,1997).

Nubian. Bangsa kambing Nubian berasal dari Afrika. Berbulu pendek, mengkilap dan kebanyakan berwarna hitam dan coklat dengan telinga yang panjang dan jatuh (terkulai). Kambing bersifat sangat lembut, produksi susunya lebih sedikit bila dibandingkan dengan kambing yang berasal dari Swiss, tetapi persentase lemak susu tinggi. Kambing betina mencapai dewasa kelamin pada saat beratnya kira-kira 60 kg. kambing Nubian cenderung lebih banyak dagingnya dibandingkan bangsa kambing perah lainnya (Blakely,1991).

French Alpine
Kambing ini berasal dari pegunungan Alpine di Perancis. Kambing ini mempunyai warna yang bervariasi, antara lain putih, abu-abu, coklat dan hitam. Badannya besar dengan mata yang tajam dan telinga tegak. Tidak banyak menunjukan kesulitan dalam kelahiran. Ukuran kambing betina saat dewasa kelamin adalah sekitar 55 kg. kambing ini menonjol kemampuan untuk menyusui anaknya karena mempunyai ambing yang besar dan bentuknya bagus dengan puting yang ideal (Blakely,1991).

British Alpine
Bangsa kambing ini berasal dari Swiss dan pegunungan Alpine Austria. British Alpine merupakan kambing yang dideveloped menjadi produsen susu yang baik. Sebagian besar kambing asli di Eropa adalah grup bangsa Alpine dan penyebarannya luas keseluruh Eropa. Kambing-kambing Swiss, French dan Italian Alpine merupakan tipe-tipe kambing Alpine dan banyak dijumpai di Eropa Tengah dan Utara. Mereka biasa dipelihara dalam jumlah yang kecil dan ditumbatkan dengan system feedingstall. British alpine telah dimasukkan di India barat, Guyana, Madagaskar, Mauritius, dan Malaysia. Kambing ini mempunyai daya klimatisasi lebih baik daripada kambing Saanen (Prihadi,1997).
Di India barat pernah tercatat produksi lebih dari 4,5 kg perhari pada laktasi kedua dan ketiga, tetapi di Malaysia dan Mauritikus pengembangan kambing ini gagal antara lain karena kelembaban yang tinggi (Prihadi,1997).

Damaskus
Kambing bangsa ini merupakan kambing yang banyak dipelihara di Libang, Syria,Cyprus. Kambing tersebut baik yang jantan maupun betina tidak bertanduk., warna pada umumnya merah, atau merah dan putih, profil muka konveks, daun telinga panjang dan menggantung. Tinggi gumba 70-75 cm dan berat badan antara 40-60 kg. produksi susu 3-4 liter perhari dapat mencapai 6 liter, dengan jumlah produksi 300-600 liter dalam 8 bulan. Kambing Damaskus lebih subur dibandingkan dengan Saanen, dimana tiap kelahiran rata-rata 1,76 cempe (Prihadi,1997).

Beekal
Bangsa kambing ini banyak dijumpai di beberapa distrik di Punyab India, Rawalpindi dan Lahore di Pakistan barat. Sepintas kambing ini seperti Jamnampari, antara lain profil mukanya Roman Nose, telinga panjang tetapi jauh lebih kecil dibandingkan telinga kambing Etawah (Prihadi,1997).
Kambing ini biasanya berwarna merah coklat dengan bercak atau belang-belang putih. Tinggi gumba jantan dan betina adalah 89 dan 84 cm. kambing betina dewasa mencapai berat hidup kira-kira 45 kg. rata-rata selama laktasi kambing ini dapat menghasilkan susu 105 kg susu dalam waktu 224 hari, dan beranak rata-rata setahun sekali dengan rata-rata anaknya tunggal atau twin (kembar dua) (Prihadi,1997).

Barbari
Bangsa kambing Barbari banyak dijumpai di India bagian Pakistan barat. Kambing ini mempunyai bulu-bulu yang pendek, umumnya berwarna putih dengan bercak-bercak coklat. Tinggi gumba kambing jantan antara 66-76 cm dan betina 60-71 cm. kambing betina dewas berat hidupnya antara 27-36 kg. kambing ini biasanya digunakan untuk produksi susu dan ambingnya pada umumnya berkembang dengan baik. Pernah tercatat produksi susu selama dalam periode laktasi 235 hari mencapai 144 kg (Prihadi,1997).
Di India bangsa kambing ini telah dikembangkan karena produksi susunya dan area tubuhnya relative kecil, sedang produksi cukup banyak menyebabkan ternak ini dipandang sebagai produsen susu yang ekonomis (Prihadi,1997).

DAFTAR PUSTAKA
Blakely, J and D.H. Bade. 1991. Ilmu Peternakan, edisi ke- 4. Gadjah Mada   
          University Press. Jogjakarta.
Prihadi, S. 1997. Dasar Ilmu Ternak Perah. Fakultas Peternakan UGM. Jogjakarta.

Contact Person

AVIAN JAYA FARM
Nama        : AVIAN TRENGGONO
Alamat      : Jl. Sukaraya-sukatani, Bekasi
Email         : aviantrenggono@yahoo.com
Hp              : 082137612234
Facebook : Avian Trenggono
Twitter      : Avian_trg
Website      : ternakapaaja.blogspot.co.id

VISITORS

Flag Counter