Selamat datang di blog Cara Beternak dan Budidaya, Silahkan cari artikel yang anda butuhkan dengan mengetikan keyword di kotak pencarian
Hasil pencarian
Hasil pencarian
Dalam hal mengangkat dan memegang kelinci tidak boleh sembarangan, apalagi untuk kelinci bibit. Apabila terjadi kesalahan dalam mengangkat akan berakibat fatal yang berakibat cacat pada kelinci .

Beberapa perilaku yang sudah menjadi kebiasaan yang salah dalam mengangkat kelinci yaitu sebagai berikut :

Mengangkat kelinci dengan memegang ke dua telinga kelinci . Ini dapat berakibat saraf telinga akan rusak karena telinga kelinci sensitif dan tidak mampu menahan berat tubuhnya. Apalagi bila kelinci meronta-ronta saat diangkat telinganya ini dapat berakibat kepala kelinci bisa miring dan cacat seumur hidupnya.

Mengakat kelinci dengan memegang kedua kaki belakang. Hal ini akan menganggu peredaran darah, akibantnya darah menumpuk pada kepala dan posisi organ berubah yang sangat mungkin jaringan organ akan putus.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoEphHGk6ESeEhFL9RR7ylujTPGXASnYMFWzxyvVW6I9gDvXPWTZZdEsyLB01REacYL77i4iEWbs2cqbmz7QcL7BcpUWJEaLamQIDrXMoRwSyR9kkkh8nFVW1JxyLbXVDWC3gmB27-jsU5/s320/scan0008.jpg

Contoh gambar diatas : cara mengangkat kelinci yang salah
Bagaimana mengangkat kelinci yang benar ?
“Untuk jenis besar , pegang tengkuk atau punggung dengan salah satu tangan. Setelah terangkat tangan yang satu digunakan untuk mendukung pada bagian pantat. Hal ini dilakukan dengan tenang dan kasih sayang. Alangkah baiknya sebelum diangkat dielus-elus terlebih dahulu
Untuk Kelinci kecil dapat diangkat dengan memegang bagian sebelah depan kaki belakang melalui punggung”.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQQmY3Ym0gR-Y8cTzn16wDfUrHRGjWkAF3ch0a7Fw3N9hAmwQYZbTlQERI80b7vmZJ2WQ3U2KLruOddlNqBnCQo2_3IYi2eu8Jo3vs_iQCdsBsXatVpVZRxxozh_scnpX15eOZDUifW8aK/s320/scan0009.jpg

Contoh Gambar diatas : Cara pengangkatan kelinci yang benar

Sumber : http://ammyrabbits.wordpress.com/info-kelinci/cara-mengangkat-kelinci

  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.
  2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.
  3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.
  4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.
  5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.
  6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.
  7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).
  8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.
  9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.
  10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.
  11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.
  12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).
  13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.
  14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.
  15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.



Di Indonesia dikenal adanya Kelinci Lokal yakni kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatra yang sampai saat ini belum diternak. Diperkirakan ternak kelinci telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Menurut V. Veever Carter (1990) bahwa kelinci masuk ke jawa dan sumatra kira-kira tahun 1835 M dari India.

Secara sistematic zoology kelinci dapat disusun sebagai berikut :

Kingdom         : Animal
Phylum            : Chordata
Class                : Mammalia
Order               : Marsupialia
Family             : Lepuridae
Genus              : Lepus
Species            : Lepus species

Pada dasarnya ternak kelinci terdiri dari 2 breeds yaitu Breeds Fur dan Fancy, dimana setiap kelompok breeds masih terbagi atas varietas-varietas berdasarkan warna rambut.
Di Indonesia kelinci mulai banyak digemari. Hal ini oleh karena adanya beberapa pertimbangan yaitu
  1. Dagingnya merupakan sumber energi, protein hewani yang bermutu, daging halus, mudah dicerna dan tidak diharamkan oleh agama.
  2. Cepat berkembang biak, dimana sekali beranak 6-8 ekor dengan 4 kali beranak dalam setahun.
  3. Kulit kelinci sebagai bahan kerajinan
  4. Kotoran sebagai pupuk kandang, pada jenis yang besar dapat mencapai 156 Kg/ thn, Tipe sedang 100 Kg/thn dan tipe kecil 35 Kg/thn untuk satu ekor kelinci.
  5. Sebagai hewan percobaan
  6. Dapat memanfaatkan lahan sempit
  7. Modal tidak terlalu besar
  8. Bahan makanan tidak banyak bersaing dengan manusia.

Bangsa Kelinci yang ada di Indonesia.
1.    Anggora
Asal usul kelinci ras Angora kurang jelas. Konon, berasal dari kelinci liar yang berkembang secara mutasi dengan spesifik berbulu panjang. Angora pertama kali di temukan dan di bawa oleh pelaut Inggris, kemudian di bawa ke Perancis tahun 1723. Tahun 1777 Angora menyebar ke Jerman . Tahun 1920 meluas ke negara-negara Eropa Timur, Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat. Sampai kini Prancis menjadi pusat peternakan kelinci Angora terbesar yang menhasilkan wool. Angora dewasa berbobot 2.7 kg, baik jantan maupun betina. Pertumbuhan bulunya yang sangat cepat yakni 2.5 cm per bulan, membuat kita hatus rajin mencukurnya 6-8 cm tiap tiga bulannya. Karena kalau di biarkan tumbuh, bulunya akan cenderung kusut dan menggumpal.
2.      Lyon
Sesungguhnya lyon adalah angora inggris yang tidak jadi kupingnya pendek, wajahnya di penuhi bulu-bulu panjang, mirip seperti lion (singa) tapi yang ini sih gak serem, malah cenderung lucu. Karena masih saudara dekat dengan angora, maka tiap 3 bulan sekali kita harus rajin mencukur bulunya yang cepat tumbuh.
3. American Chinchilla
Kelinci ras ini dibedakan jadi tiga tipe, yaitu standar (bobot dewasa 2.5-3 kg), besar (bobot dewasa 4.5-5 kg), giant (bobot dewasa 6-7 kg). Semua di manfaatkan untuk ternak dwiguna yaitu produksi fur dan daging. Kelinci raksasa alias Giant Chinchilla merupakan hasil persilangan antara Standard Chinchilla dan Flemish Giant.
4. Dutch
Ras dutch (Belanda) sangat terkenal di seluruh dunia sebagai hewan hias piaraan. bobot dewasa jantan dan betina antara 1.5-2,5 kg. Betina bersifat keibuan fertilitasnya tinggi. Setiap kali melahirkan, kelinci menghasilkan anak 7-8 ekor.
Warna bulunya khas, melingkar seperti pelana berwarna putih dari punggung terus ke leher sampai kaki depan bagian belakang dan kepala hitam,cokelat atau abu-abu.Moncong dan dahi putih. Kaki depan seluruhnya putih.Kaki belakang hitam atau warna lain dengan ujung kaki putih.Ada pula yang sekaligus memiliki 3 macam warna, sering di sebut Tricolored Dutch.
5.   English Spot
Ras ini berwarna putih dengan tutul-tutul hitam. Sepanjang punggung ada garis hitam, dari pangkal telinga memanjang sampai ke ujung ekor. Perut bertutul-tutul hitam seperti puting susu. Telinga hitam, mata dilingkari bulu hitam, sehingga tampak seperti memakai kaca mata. Hidung diliputi bulu hitam berbentuk kupu-kupu.
6.      Himalayan
Ras ini sekarang lagi banyak banget di cari, naik daun, harganya masih selangit sekarang. Banyak yang meyakini asalnya dari Cina sebab di sana banyak di jumpai kelinci ini. Mula-mula di bawa dari cina ke Eropa sebagai pengisi kebun binatang dan dikenal dengan nama ‘Kelinci hidung hitam dari Cina’. Warna hitam pada kaki mulai timbul pada umur 3-4 minggu, mula-mula pucat lalu menjadi hitam. Himalayan yang disilangkan dengan New Zealand White, anak-anaknya menyerupai Himalayan.
Kalau disilangkan dengan kelinci berwarna lain, keturunannya tak ada yang menyerupai Himalayan.
7.    California
Kelinci ini biasanya berwarna putih, hitam dan coklat. Berasal dari Amerika dipelihara untuk produksi daging. BB dewasa mencapai 4,5 Kg.
8.    Kelinci Jawa
Terdapat dihutan-hutan yang berdekatan dengan perkebunan teh di Jawa Barat dengan ketinggian 800 – 1000 m. Warna coklat perunggu agak hitam dipunggung, tengkuk, bahu dan telinga hitam, ekor jingga dan kemudian menuju ujung menjadi hitam.
BB dewasa 2-4 Kg dan beranak 2-3 ekor per kelahiran.
9.  Kelinci Sumatra
Merupakan kelinci asli Indonesia yang hidup di ketinggian 600 – 1500 m. Warna bulu kelabu, coklat kekuningan dengan garis coklat tua pada sisinya, kaki depan dan belakang.

Pembiakan Ternak Kelinci
Kelinci tipe kecil dewasa pada umur 4-5 bulan, sedangkan tipe besar pada umur 6-7 bln.
Dalam satu tahun bisa melahirkan 2-3 kali dan perkawinan dilakukan setelah 3 bulan melahirkan.

Masa subur 12 hari, tidak subur 2-4 hari.
Imbangan jantan : betina adalah 1 : 10 – 20 ekor
Kebuntingan umumnya 30-33 hari.
Pada dasarnya kelinci adalah hewan yang lincah, lucu, dan aktif. Ketika kelinci mulai kurang aktif, diam saja, tidak nafsu makan dan lesu, kita sudah harus dapat mengenali perubahan tersebut dan mengamati lebih lanjut gejala apa yang terjadi pada kelinci kita untuk kita mendeteksi penyakit apa gerangan yang sedang menimpanya dan dengan demikian kita dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengobatinya.Berikut adalah penyakit-penyakit pada kelinci berdasarkan pengalaman yang telah kami alami dan cara pengobatannya, semoga bermanfaat dan dapat membantu:

1. Scabies
Gejalanya: timbul kerak dan luka merah pada ujung telinga, ujung kaki dan hidung. Penyebabnya adalah kutu scabie, kelinci terkena scabies bisa karena tertular, kotor, atau bagian tubuhnya terkena basah secara terus-terusan.
Pengobatannya: ivomec, dapat diulang pada minggu berikutnya, dan kelinci harus dipisah /tidak boleh sekandang dengan temannya.
2. Pilek
Gejalanya: kelinci bersin terus menerus dan ada lendir di bawah hidungnya. Ini disebabkan oleh virus, dan dapat menular. Pilek ini sering terjadi di suhu yang dingin.
Pengobatannya: Intertrim, Limoxin, Terramicin, Vet Oxy atau Genta 100. Kelinci sebaiknya ditaruh di tempat yang hangat dan terpisah dari yang lain untuk menghindari penularan. Jika memungkinkan, kelinci dijemur pada pagi hari dan kotoran di hidungnya dilap dengan kapas air hangat.
3. Mencret
Gejalanya: pup menjadi lembek dan cair. Penyakit ini paling sering menyerang anak kelinci. Disebabkan oleh makanan yang salah atau kotor.
Pemgobatannya: Intertrim oral. Sebaiknya pakan yang diberikan adalah daun pisang untuk mempercepat proses penyembuhan. Kelinci yang sedang mencret sebaiknya dipisah karena ada jenis mencret yang dapat menular.
4. Kembung
Gejalanya: tidak nafsu makan, kelinci diam saja, perut kembung. Ini terjadi karena makanan yang dimakan mengadung terlalu banyak gas, dapat juga disebabkan karena cuaca yang buruk. Pada kelinci yang kembung, dapat terjadi kembungnya diikuti berak lendir, ada juga yang tidak. Anakan usia 3-4 bulan paling rentan terkena kembung.
Pengobatan: Phermentyl. Perawatan lainnya adalah dengan melepas kelinci supaya ia berjalan-jalan agar gas di dalam perutnya berkurang. Dapat pula dilakukan dengan memberikan susu murni supaya gas di dalam perut keluar dalam bentuk mencret, sesudah itu terjadi, mencretnya baru kita obati lagi dengan intertrim.
5. Radang Paru
Gejalanya: kelinci susah bernafas (kadang kepalanya diangkat tinggi-tinggi), tidak nafsu makan, nafas berbunyi. Penyebabnya adalah bakteri pasteurella. Penyakit ini menular.
Pengobatannya: Intertrim, Limoxin, Terramicin, Vet Oxy atau Genta 100
6. Infeksi Saluran Kencing
Gejalanya; kelinci susah kencing ( kencingnya keluar sedikit-sedikit saja), ekornya basah, pada saat kencing kelinci seperti menahan sakit. Penyakit ini disebabkan oleh parasit.
Pengobatannya: Intertrim, Limoxin, Terramicin, Vet Oxy atau Genta 100. Kelinci sebaiknya diberikan minum yang banyak.
7. Kelumpuhan Kaki Belakang
Gejalanya: kelinci tidak dapat menggerakkan kaki belakangnya. Biasa ini disebabkan karena kaki kelinci patah pada saat ia melompat karena terkejut.
Pengobatannya: kelinci diberikan istirahat dengan tenang serta diperhatikan gizi makanannya. Kita juga harus membantu mendekatkan makanan, minuman kepada kelinci karena ia susah bergerak. Kita juga harus membantu membersihkan kotoran di sekitar pantat kelinci karena ia dalam kondisi yang tak dapat membersihkan dirinya. Ada juga kelumpuhan kaki belakang yang disebabkan oleh penyakit, hal ini harus dilihat dulu apa gejala-gejala dari penyakit tersebut.
8. Kaki Bengkok
Gejalanya: kaki belakang kelinci 1 atau 2-2nya tidak dapat lurus saat berjalan maupun diam (seperti keluar ke samping). Hal ini dapat disebabkan oleh karena genetik, dapat juga karena alas dia berpijak terlalu licin.
Pengobatannya (jika bukan karena genetik): kelinci ditempatkan di alas yang tidak licin, contoh: dilepas di atas tanah yang keras. Sebisanya kelinci dilepas agar ia berlari-lari dan pijakannya menjadi kuat kembali. Dapat juga kelinci diberi tambahan mineral, fosfor dan kalsium.
9. Telapak Kaki Luka
Gejalanya: muncul luka di telapak kaki belakang. Hal ini disebabkan karena telapak kaki kelinci sensitif dan alas kandangnya terlalu keras, contoh: besi. Ini biasa terjadi pada kelinci bulu pendek.
Pengobatannya: Betadine. Kelinci sebaiknya langsung dipindah ke alas yang tidak keras.
10. Abses
Gejalanya: mucul benjolan di bawah kulit kelinci. Bisa tejadi di kepala, dagu, leher dll.
Pengobatannya: dengan membelah benjolan tersebut lalu nanah yang ada di dalamnya dikeluarkan sampai bersih. Biasa ini dilakukan oleh dokter hewan melalui tindak operasi.
11. Stress
Gejalanya: kelinci tidak mau makan dan tampak ketakutan terlebih jika didekati. Kelinci adalah hewan yang rentan stress, ini dapat terjadi dalam situasi yang membuat ia tidak nyaman dan takut contoh dikejar hewan predator, perjalanan panjang yang tidak nyaman (sempit, panas dll).
Pengobatannya: Phenyljecy. Kelinci kita berikan istirahat tenang dan bebas dari gangguan. Untuk ramuan tradisional, kelinci dapat kita berikan air gula jawa atau madu.

Contact Person

AVIAN JAYA FARM
Nama        : AVIAN TRENGGONO
Alamat      : Jl. Sukaraya-sukatani, Bekasi
Email         : aviantrenggono@yahoo.com
Hp              : 082137612234
Facebook : Avian Trenggono
Twitter      : Avian_trg
Website      : ternakapaaja.blogspot.co.id

VISITORS

Flag Counter