Selamat datang di blog Cara Beternak dan Budidaya, Silahkan cari artikel yang anda butuhkan dengan mengetikan keyword di kotak pencarian
Hasil pencarian
Hasil pencarian

Asalamualaikum,, topik yang akan dibahas kali ini adalah apa perbedaan istilah ayam joper, ayam kampung asli dan ayam buras. karena saya melihat masih ada beberapa pertanyaan di grup sosial media yang menanyakan hal tersebut nah berikut adalah penjelasannya.

yang pertama yaitu persamaan dari asal kata dan penyebutan, Ayam JOPER itu sama dengan ayam KAMPER. joper adalah singkatan dari jowo super berasal dari sebutan di daerah jawa atau ada juga beberapa daerah yang menyebut dengan ayam kampung super (KAMPER). Kata super disini bisa di artikan sebagai ayam jawa/jowo/kampung yang pertumbuhan bobot badannya cepat. Super bisa diartikan juga sebagai kepanjangan dari singkatan SUdah PERsilangan. ayam yang disilangkan ini biasanya diatur oleh manusia (ada campur tangan manusia dengan cara inseminasi buatan.

Ayam yang dikawinkan bukan ayam yang sembarangan, yang jelas kedua tetua/bibit berasal dari ayam yang mempunyai keunggulan pertumbuhan bobot badan yang cepat. Ayam yang disilangkan adalah  ayam kampung asli atau  ayam bangkok yang dikawinkan dengan ayam broiler baik dengan cara inseminasi atau kawin alam. mengapa menggunakan ayam bangkok?? Karena sifat fisik ayam bangkok yang mempunyai tubuh besar dan kuat baik untuk kontes adu atau kuat dalam adaptasi dengan lingkungan. Sehingga menghasilkan keturunan dengan genetik yang sama dengan tetuanya (bibit).

Ayam buras sama dengan ayam kampung, ayam kampung adalah ayam yang dipelihara secara diumbar/diliarkan (ekstensif) dengan tidak adanya perhatian/perawatan khusus (diberi pakan seadanya, mencari pakan dialam) dan tidak dipelihara secara massal untuk tujuan komersial. Ayam kampung sudah pasti ayam buras tetapi ayam kampung berbeda dengan ayam buras, sebutan ayam buras berawal dari dilakukannya program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung, nah untuk membedakannya dikenal istilah ayam buras singkatan dari ayam bukan ras, untuk ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekadar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri) (wikipedia). 

Ayam kampung asli adalah ayam yang hidup dipelosok-pelosok, disekitar rumah, bukan berasal dari galur atau ras yang dihasilkan untuk tujuan komersial.

itulah penjelasan yang bisa saya jelaskan sepengetahuan saya, jadi sekarang kita tahu perbedaannya, jika ada kritik dan saran silahkan tulis dikotak komentar.
Menganalisa teknik tarung ayam memang susah-susah gampang. Ayam yg kita nilai punya teknik bagus, belum tentu menang di kalangan. Sebenarnya saya belum tahu banyak tentang teknik-teknik tarung ayam tapi mungkin disini bisa berbagi atau Sekedar bertukar pikiran mengenai ayam petarung ini..

cara menilai teknik bertarung ayam bangkok

Biasanya orang sangat suka ayam dgn teknik kunci yg indah. Ayam dgn teknik ini biasanya dianggap sebagai ayam bagus. Tapi kenyataannya, banyak juga ayam dgn type ini yg kalah di pertarungan. Seharusnya kita jangan terjebak dgn hanya melihat dari 'keindahan' teknik semata. Pada prinsipnya, ayam dgn teknik bagus itu adlh ayam yg sulit dipukul. Gaya mengunci (ngalung) memang salah satu yg sulit dipukul. Tapi sebenarnya masih ada teknik lain yg sama-sama sulit dipukul. Misalnya, ayam lari, mendorong, ayam asor rapat ke tanah, ayam dibawah janggut, ayam ngendul dll. Ayam dgn gaya selain teknik ngalung memang kurang indah dilihat. Tapi cukup efektif juga untuk memenangkan pertarungan.

Pada prinsipnya Setiap ayam yg bertarung harus memiliki pertahanan dan penyerangan yg baik. Teknik/gaya tarung ayam itu adalah sebuah pertahanan, yaitu cara ayam laga bertarung agar sulit dipukul musuh. Sementara untuk serangan, adlh pukulan yg akurat dan mematikan.
Untuk meraih kemenangan, maka ayam harus punya pukulan yg baik. Dilain sisi, utk menghindari kekalahan, ayam harus punya teknik yg sulit dipukul. Jadi keduanya harus memiliki keseimbangan antara teknik menyerang dan bertahan. Pertahanan dan serangan keduanya berkontribusi besar dalam menentukan kemenangan.

Kalau kita perhatikan, ayam yg hanya memiliki serangan yg baik (pukulan) tanpa didukung teknik pertahanan menang dgn babak belur (mudah dipukul/diserang). Sementara ayam yg hanya mengandalkan teknik bertahan, sangat sulit utk menang meskipun sulit juga dikalahkan (sulit dipukul, tapi sulit juga memukul).

Jadi kesimpulannya, setiap ayam yg kalah atau seri harus dilihat dan dinilai dulu. Apakah terlalu mudah dipukul (pertahanan kurang baik) atau teknik serangnya yg buruk (pukulan kurang bagus).

Ayam yg terlalu gesit dgn teknik selalu rapat mendorong dan leher nge'lock' tajam, kebanyakan akan 'mati angin' ketika melawan ayam2 type bawah. Ini karena 'lock' yg terlalu tajam disertai dgn dorongan. Kebanyakan akan terlewat leher musuh yg berada dibawahnya. Rata-rata ayam type ini tidak memiliki pukulan depan yg cepat krn ia cenderung ingin masuk. Pukulan depan yg lambat inilah titik kelemahannya (pertahanan terbuka lebar) terutama ketika ayam mulai lelah setelah menginjak ronde ke 3.

Ayam type bawah (ngoyor) juga belum tentu jelek. Ada ayam ngoyor yg rapat ketanah dan selalu 'mendul' jika dipatuk musuh. Akibatnya, pukulan tidak tepat mengena.
 Tarung ayam itu seperti misteri. Artinya tidak ada ayam yg memiliki teknik 100% sempurna. cara terbaik adlh kita sendiri yang menilai untuk membaca teknik musuh ketika memilih lawan tanding. kita harus tahu dulu dimana kelemahan dan kekurangan ayam kita dan musuh seperti apa yg sekiranya bisa dgn mudah taklukan.

Teknik yg bagus itu berguna agar ayam kita tidak kena pukul bertubi2 dan membuat ayam kita lebih banyak kesempatan melancarkan pukulan. Soal pukulnya bagus atau tidak, itu masalah lain.

Banyak orang komentar ngambil gampangnya : "Ayam kalah krn dipukul, buat apa teknik bagus2..??"

Nah... coba dianalisa lagi pernyataan itu. Ayam kalah krn dipukul. Berarti kalau ayam kita dipukulin, bakalan kalah kan..???

Lalu bagaimana supaya tidak dipukulin..??? Ya teknik nya harus bagus.
Jadi, kalau ayam kita kalah, kemungkinan krn teknik pertahanannya kurang sempurna (mudah terpukul) --> faktor sial kita hilangkan.

Kalau ayam kita seri, kemungkinan pukulnya kurang vital, atau krn teknik musuhnya yg sangat baik.

Kalau ayam kita kalah, artinya baik teknik maupun pukulan kalah bagus sama musuhnya. (rawatan, tandingan dan botoh dianggap sama).

Banyak orang salah menilai teknik. Ngalung kiri kanan sudah dibilang teknik bagus. Padahal ya belum tentu.

Teknik bagus itu intinya adlh 'sulit dipukul'. Mau ngalung, masuk sayap, ngendul2, lari2 keliling kalang, dibawah janggut, semua ini teknik bagus. Semua sulit dipukul.

Dikutip dari : Ary aditya@PAPAJI

Memperkuat mental ayam satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menjajal ayam dengan untulan ataupun ayam bangkok lainnya. Latihan ini sangat diperlukan oleh ayam bangkok yang akan diturunkan ke gelanggang untuk memperkuat mental dan memberikan pengalaman tarung yang lebih padanya.
Dalam waktu 30 hari, semakin banyak latihan jajal yang kita lakukan maka semakin baik hasil yang akan kita peroleh. Jajal bisa dilakukan 5 kali sehari, dan paling sedikit adalah 7 hari sekali, sehingga dalam waktu training 30 hari, ayam akan menerima minimal 4-7 kali latihan tarung. 
Jajalan yang biasa kami lakukan adalah di sore hari di pukul 16.00-17.00, dan bila ayam memperoleh latihan jajal, maka latihan lari tidaklah perlu dilakukan. di Jajalan pertama, tidak perlu dilakukan terlalu lama, biasanya hanya 1 ronde (10 menit) dan inipun dilakukan dengan membungkus paruh dan jalu ayam baik untuk ayam yang akan dilatih maupun lawan tandingnya. Tujuan membungkus paruh dan jalu ayam selain untuk menghindari terjadinya luka pada ayam yang akan dilatih adalah untuk meningkatkan emosi ayam bila bertarung. Paruh dan jalu yang dibungkus akan membuat ayam susah untuk melakukan pukulan dan kebanyakan hanya mengeluarkan teknik2 yang memberikan banyak gerakan cepat sehingga sangat bagus untuk otot2 ayam. Sampai dengan jajal ke-2, kita tetap membungkus paruh dan jalu ayam dan jajal dilakukan sama selama 10 menit.
Di jajal ke-3 sampai ke-4, paruh dan jalu masih dalam keadaan terbungkus, akan tetapi durasi jajal ditingkatkan menjadi 2 ronde (2x10 menit).
Di jajal ke-5, latihan mulai mencapai puncaknya dan jajal kita lakukan tetap 3x10 menit, dan disini, paruh dan jalu ayam yang akan kita latih tidak akan kita bungkus, akan tetapi paruh dan jalu lawan masih dalam kondisi dibungkus. di jajal ke-5 ini, akan terlihat perbedaan dan peningkatan gaya, kecepatan dan pengalaman tarung ayam yang sedang kita latih. Biarkan dia sesuka dan sesenangnya melakukan pukulan2 ke arah lawan yang kondisi paruh dan jalunya terbungkus, sehingga disinilah akan mulai membentuk mental tarung yang sepenuhnya. Mental dan Rasa percaya diri ayam akan meningkat dengan baik karena terus-terusan bisa memukul lawan dengan mudah. Walaupun terkesan seperti menyiksa lawan tarung, akan tetapi hal ini sangat diperlukan bagi ayam yang kita latih. Di jajal ke-5 ini, bisa kita pastikan, kalau memang ayam yang kita latih adalah tipe ayam pukul, maka rata2 pukulannya akan mengenai tempat2 vital lawan. Dan bila ayam tersebut adalah tipe jalu, maka minimal di 5 menit pertama, beberapa tikaman sudah tersarang ke lawan tarungnya, dan bila tidak ada satupun tikaman jalu yang tersarang, berarti ayam yang kita latih bukan tipe ayam jalu dan sebaiknya jalu yang dimilikinya kita potong saja karena akan merugikannya bila di gelanggang harus bertemu dengan lawan lain yang memiliki jalu.
Di jajal ke-6, latihan sudah masuk ke tahap seperti aslinya. Paruh lawan tarung sudah tidak dibungkus lagi, akan tetapi jalu lawan tetap kita bungkus untuk menghindari luka serius pada ayam yang kita latih. Jajal ke-9 tetap selama 3x10 menit. Di jajal ini ayam yang kita latih akan merasakan bagaimana menerima patukan2 dan banyak pukulan dari lawan. Dan yang pasti ayam yang kita latih akan mengalami pendarahan disekitar mukanya akibat patukan. Hal yang kita harapkan adalah, semakin banyak patukan dan darah di mukanya, maka semakin tinggi semangat dan mental tarungnya. Hal ini karena ada sedikit mitos tentang ayam bangkok, bawah semakin banyak darah yang dikeluarkannya maka akan semakin tinggi pula semangat tarungny.
Setelah jajal ke-6 adalah saatnya untuk istirahat minimal selama 5 hari untuk menyembuhkan luka dan mengembalikan tenaganya. Ayam tidak perlu menerima latihan lari di sore hari akan tetapi senaman pagi tetap kita lakukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan yang terlalu tinggi pada ayam. Bila di jajal ke-9 ayam mengalami banyak luka di bagian muka, maka pengobatan harus dilakukan agar luka2 cepat kering dan sembuh. Bekas-bekas luka yang timbul secara tidak langsung memberikan nilai lebih bagi ayam, karena kulit2 mukanya akan semakin tebal dan lebih tidak mudah untuk terluka.
Setelah masa istirahat dan penyembuhan luka selesai, maka jajal ke-7 (terakhir) bisa kita lakukan. Bagi kami, jajalan ini adalah yang terakhir sebelum ayam dapat turun ke gelanggang. Jajalan dilakukan full 5x10 menit ataupun sampai lawannya lari, akan tetapi diusahakan untuk mencari lawan tarung yang memiliki mental yang cukup kuat sehingga dapat menyelesaikan maksimal tarung 5x10 menit.
Di jajal ke-7 ini, ayam yang kita latih harus mampu menyelesaikan 5x10 menit durasi tarung, bila ternyata ayam tidak mampu dan dironde ke 4 atau ke-5 tenaga ayam habis dan tidak bisa memukul lagi, maka jajal kita stop dan berarti ayam yang kita latih belum siap untuk turun ke gelanggang. Ayam yang siap ke gelanggang adalah ayam harus mampu menyelesaikan durasi tarung minimal 5x10 menit.
Hal yang perlu diingat bahwa, sebisanya lawan2 tanding yang diperoleh ayam yang kita latih memiliki teknik tarung yang berbeda-beda sehingga pengalaman yang akan diperolehnya pun akan semakin banyak. Akhir kata, semakin banyak jajal yang diterima ayam yang kita latih, maka akan semakin kuat mental dan pengelaman tarung yang diperolehnya. Akan tetapi semua jajalan yang kita lakukan tetaplah harus memperhatikan unsur kehati-hatian, karena kalau tidak, tak jarang upaya latihan yang telah kita berikan hanyalah sia-sia belaka.

*dikutip dari ayamlaga.com

1. PENETASAN MANUAL


Penetasan sistem manual, induk menetaskan secara manual dengan mengerami telur yang di tempatkan di kandang2 batere tertutup agar tidak terganggu oleh ayam lain. ayam akan mengerami telurnya sampai menetas selama kurang lebih 21 hari.
Cara ini relatif lebih mudah karena kita tidak perlu menjaga telur selama 24 jam (lain halnya dengan incubator manual yang sangat repot dalam menjaga dan memutar telur tiga kali sehari). Sang induk akan sesekali turun kandang bila ingin mencari makan atau berjemur untuk menghangatkan tubuhnya.
 
2. AYAM BANGKOK REMAJA
Pemeliharaan ayam bangkok remaja sangat perlu di perhatikan, sehingga ayam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Masalah pakan adalah faktor yang paling utama dan sangat penting. berilah ayam bangkok remaja dengan pakan jadi dengan kandungan gizi yang kompleks (complete feed) agar semua kebutuhan gizi ayam yang di perlukan dapat terpenuhi dengan baik sehingga memacu pertumbuhan ayam. untuk mendapatkan hasil yang lebih baik kemudian diberi pakan tambahan seperti beras merah  dan latihan yang cukup. latihan bagi ayam petarung sangatlah penting untuk menguji kualitas dan mental yang dimilikinya dengan begitu kita akan tau kelebihan dan kekurangan ayam kita, tinggal bagaimana kita memporsir latihan hingga ayam memperlihatkan mental yang baik.

3. PEMELIHARAAN AYAM BANGKOK DEWASA

Ayam yang sudah dewasa perawatannya cukup mudah namun agak repot. jika memang ingin menghasilkan ayam aduan yang kualitasnya sangat baik kita harus berkorban. jemur ayam setiap pagi saat matahari mulai terik dari pukul 08.00 sampai pukul 10.00. mandikan ayam setiap pagi dan sebelum dan sesudah bertarung, fungsinya agar ayam menjadi lebih segar dan staminanya kembali pulih. beri pakan dengan makanan yang memiliki gizi tinggi yang sudah tersedia dipasaran

4. PEMBESARAN ANAK AYAM
Untuk memperbanyak keturunan yang baik silangkan indukan betina dengan jantan yang memiliki kualitas baik dari segi postur tubuh yang besar dan mental bertarung yang baik. hingga menghasilkan keturunan yang memiliki sifat sama dengan tetuanya.




Sekian tips pengetahuan tentang merawat ayam di segala umur,,,
Semoga Bermanfaat.....
Untuk menghasilkan petarung jawara perlu dilakukan perawatan terhadap ayam sedini mungkin. Mulai dari merawat indukan baik pejantan ataupun betina, menjodohkan indukan, persiapan pengeraman telur, perawatan setelah menetas, perawatan ayam bangkok remaja dan terakhir sampailah pada saatnya ayam tersebut menjadi jawara di arena pertempuran. Kali ini saya akan membahas mengenai cara merawat ayam bangkok yang baru menetas. Ayam bangkok setelah menetas atau disebut juga DOC perlu dilakukan perawatan secara intensif dengan cara memisahkan DOC dengan induknya, hal ini akan mempengaruhi sifat ayam agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan mampu bertahan hidup tanpa sang induk.

Pemeliharaan secara intensif ini dimulai setelah DOC berumur 3 hari. saat salah satu telur ayam menetas pada hari pertama di pengeraman  biarkan terlebih dahulu sampai ayam menetas semua dan setelah menetas semua sebaiknya biarkan indukan mengasuh anaknya selama 3 hari untuk melakukan adaptasi secara alami dan tumbuh lebih kuat. Pada masa ini kenalkan anak ayam dengan pakan pur dan air minum. Berikan pakan anak ayam DOC bersama induknya didalam kandang penetasan agar sang induk mengajari makan/minum pada anak-anaknya.

Baru kemudian pisahkan anak ayam untuk dirawat secara intensif. Anakan ayam yang dipisahkan dengan induknya semenjak usia dini akan lebih cepat belajar untuk bertahan hidup daripada anak ayam yang dirawat oleh induknya sendiri. selain itu kesempatan untuk hidup juga cukup tinggi karena anak ayam akan terhindar dari bahaya lingkungan sekitar seperti serangan predator dan wabah penyakit.

Dengan perawatan sendiri akan membantu anak ayam lebih cepat tumbuh karena kita bisa memberikan anakan ayam makanan yang berkualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh anakan ayam tersebut. Jika anakan dipelihara oleh induknya, mereka tidak akan mendapatkan makanan yang merata, kadang-kadang ada anak ayam yang dominan mengalahkan anak ayam lain dan dia mendapatkan porsi makanan yang lebih besar sehingga pertumbuhan anak ayam tersebut tidak bersama-sama, dan  anakan ayam yang kalah akan kekurangan gizi dan pertumbuhannya lambat.

Agar Ayam lebih mudah untuk beradaptasi. Sesuaikan keadaan kandang senyaman mungkin dan berikan pakan sebaik mungkin (kandungan nutrisi mencukupi). Atur suhu didalam kandang pre-starter. Usahakan suhu dalam keadaan selalu hangat (tidak dingin dan tidak terlalu panas) dengan menyediakan penghangat berupa bohlam lampu 5 watt sehingga kondisi nyaman bagi si anak ayam. Berikan juga pakan berupa pur prestarter sampai 2 bulan secara adlibitum (terus-menerus) artinya ketika pakan habis berikan lagi. untuk ukurannya jangan terlalu banyak, Berikan secukupnya saja.

Pakan diberikan berupa pur tujuannya untuk mendongkrak pertumbuhan ayam. karena didalam pur semua nutrisi telah terpenuhi dan menghindari terjadinya kekerdilan. Setelah sampai 2 bulan biasakan pemberian pakan pur dengan diselingi dedak dicampur nasi sedikit demi sedikit. Dan untuk tambahan berikan mineral kalk untuk merangsang  pertumbuhan tulang dan kekuatan otot.
Setelah masa starter lewat selanjutnya untuk mempersiapkan merawat ayam bangkok remaja

Sekian artikel cara merawat ayam bangkok yang baru menetas, semoga bermanfaat.



Contact Person

AVIAN JAYA FARM
Nama        : AVIAN TRENGGONO
Alamat      : Jl. Sukaraya-sukatani, Bekasi
Email         : aviantrenggono@yahoo.com
Hp              : 082137612234
Facebook : Avian Trenggono
Twitter      : Avian_trg
Website      : ternakapaaja.blogspot.co.id

VISITORS

Flag Counter