
Rekan-rekan
semua salam sejahtera, bahasan kali ini adalah hal yang sangat di takutkan oleh
para peternak khususnya ternak unggas. Pergantian musim, ya pada kondisi ini
terjadi perubahan-perubahan fisik pada lingkungan mulai dari suhu, kelembaban,
curah hujan terik matahari dll.
Kita mulai
dari iklim, apa itu iklim?? Iklim adalah
kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang
panjang. Yang bisa terjadi 4-6 bulan tiap tahunnya.
Ciri-ciri Iklim khususnya di Indonesia
negara Indonesia hanya memiliki
2 musim yaitu musim hujan dan musim panas, pergantian antar musim inilah yang
menyebabkan terjadinya konflik penyebabmunculnya penyakit yang mudah berkembang
biak terutama pada pergantian antar musim panas ke musim penghujan. Ciri-ciri
kondisi iklim di indonesia memiliki curah hujan yang tinggi (1800m/tahun),
matahari bersinar sepanjang tahun, Temperatur udara relatif panas sampai dengan
sejuk, Kelembaban tinggi (mencapai lebih dari 90%), Aliran udara relatif sesuai
kebutuhan manusia, Amplitude temperatur siang-malam 2 s/d 5oC
(karena kelembaban udara yang tinggi). Indonesia mempunyai
karakteristik khusus, baik dilihat dari posisi, maupun keberadaanya, sehingga
mempunyai karakteristik iklim yang spesifik. Di Indonesia terdapat tiga jenis
iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim
tropica (iklim panas), dan iklim laut.
Perubahan iklim merupakan sesuatu yang
sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan.
Dampak ekstrem dari perubahan iklim terutama adalah terjadinya kenaikan
temperature/suhu akibat pergeseran musim.
Dampak
perubahan iklim pada ternaak ayam buras
Dalam Pemeliharaan Ayam Buras (Ayam
Kampung) pada umumnya secara Ekstensif atau diumbar secara bebas berkeliaran.
Namun sebagian kecil dilakukan pola pemeliharaan secara Semi Intensif, dimana
dalam rentang waktu tertentu dikandangkan, namun dalam rentang waktu yang lain
diumbar secara bebas. Dengan demikian Kontrol Produksi, Kontrol Kesehatan serta
Seleksi /Culling hamper tidak Pernah dilakukan.
Hal hal seperti ini akan menyebabkan
banyak sekali kemungkinan kasus penularan penyakit akibat dari kontrol
kesehatan yang kurang diperhatikan tidak hanya pada ayam yang di umbar tetapi
juga pada ayam pemeliharaan sistem intensif. Kondisi Iklim yang mengalami
perubahan tentunya karena adanya fluktuasi kondisi cuaca. Parameter kondisi
cuaca antara lain Curah Hujan, Suhu dan Kelembaban. Secara Mikro Kondisi
cuaca terus mengalami perubahan sehingga akan berlanjut kepada kondisi makro
yaitu Perubahan Iklim. Faktor cuaca yang paling dominan adalah Fluktuasi Suhu dan
Kelembaban harian, akan menyebabkan kondisi Makro (lingkungan Kita) dan Kondisi
Mikro (Tubuh makhluk hidup) mengalami daya adaptasi yang luar biasa beratnya.
Persiapan Apa saja untuk menghadapi Kondisi Mikro dan
makto Lingkungan yang demikian
Bagaimana dampaknya Kepada
Makhluk Hidup yang memiliki aktivitas : Tumbuh dan Berkembang ?
Adapun Langkah yang bisa dilakukan adalah :
Internal
- Seleksi Bibit (Seleksi dan culling terus menerus)
- Pemberian Pakan dan Minum yang sehat
- Kandang Intensif yang nyaman
- Kontrol Kesehatan Ayam
- Pencegahan (Vaksinasi) dan Penanggulangan Penyakit secara Tepat dan Cepat
- Penanganan Limbah yang terencana dan terkontrol serta peduli lingkungan
Eksternal
- Sosialisasi terus menerus (formal dan Informal)
- Action Individu dan Key Person
- Gerakan Masyarakat
Secara Garis Besar Penyakit
Unggas (Ayam) Penyakit terdiri dari : Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular,
Penyakit menular disebabkan oleh : Virus, Bakteri dan Parasit sedangkan, Penyakit
tidak menular disebabkan antara lain : Defisiensi Gizi, Alfatoxicosis, Keracunan
Garam dan Gangguan Limbah, Virus : ND (New castle Disease), IB (infektios
Bronchitis), ILT, Mareks, LL, Fowl Pox, IBD, AE, EDS’76, Gumboro., Bakteri :
CRD, SNOT (CORYZA), Kholera, E. Coli, Pullorum, Staphylococcus, Streptococcus, Parasit
: Caplak, Lalat, Kutu, nyamuk (Ektoparasit) dan Cacing, Coccidiosis, Jamur
parasit Darah (Endoparasit), Defisiensi Gizi : Vitamin, Mineral, Asam Amino,
Protein, Energi dll. Alfatoxixosis : Racun Jamur dan Gangguan Limbah berupa
Amoniak yang menyebabkan pernafasan tidak normal.
Yang Perlu diwasdai terkait Perubahan Iklim dan Cuaca
- Nd (Tetelo/Aratan),
- Crd (Ngorok),
- Snot (Coryza),
- Kholera (Berak Hijau)
- Coccidiosis (Berak Darah)
- Pullorum (Berak Kapur)
Penyakit
yg palin berbahaya pada musim penghujan ini adalah Avian Influenza atau
Flu Burung dan Newcastle Desease (ND), Gejala Flu Burung mirip dengan
ND dan sulit dibedakan. sedangkan cara
mengantisipasinya yaitu dengan vaksinasi dan Biosekuriti,
karena selain cara ini misalnya pengobatan sangat mustahil menyembuhkan
penyakit yang berasal dari virus ini.
SEMOGA BERMANFAAT ....!!!
Twitter
Wednesday, November 19, 2014
Avian Trenggono
