Selamat datang di blog Cara Beternak dan Budidaya, Silahkan cari artikel yang anda butuhkan dengan mengetikan keyword di kotak pencarian
Hasil pencarian
Hasil pencarian
Pemeliharaan ayam pedaging bertujuan untuk menghasilkan daging. ayam broiler mengkonsumsi pakan untuk di konversikan menjadi daging atau dalam kata lain ayam pedaging adalah pabrik daging. Sebenarnya apa saja yang menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan ayam pedaging. kunci keberhasilan dalam pemeliharaan ini adalah manajemen peternakan yang baik (good farming praktis), dimana seorang peternak mengetahui kondisi apa yang dibutuhkan ayam sehingga ayam menjadi nyaman, sehat dan berproduksi optimal.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam pedaging adalah target pencapaian yang akan diperoleh dan tentu saja didukung dengan faktor produksi yang baik (lingkungan dan genetik). Setiap usaha yang kita kerjakan memiliki target dan tujuan begitu juga dengan pemeliharaan ayam tipe pedaging. tujuan disini adalah bagaimana ayam dapat mencapai target pertambahan bobot badan sekian pada umur sekian, lalu bagaimana caranya??

Sebagai peternak yang kita perlukan adalah rekording (pencatatan) dan pedoman standar pemeliharaan. Dengan selalu memperhatikan dua hal diatas kita akan tahu apakah ayam yang kita pelihara sukses atau tidak. Kemudian setelah itu barulah kita lakukan evaluasi. Kunci keberhasilan pemeliharaan ayam broiler adalah apabila populasi ayam dalam suatu kandang memiliki tingkat keseragaman yang sama yaitu lebih dari 80% (mencapai standar dari breeder).

Bobot badan telah mencapai standar dapat diketahui dari tingkat keseragamannya (uniformity). Tingkat keseragaman dihitung berdasarkan jumlah ayam dengan bobot tubuh ± 10% dari bobot rata-rata jumlah populasi. 

Misal :
Populasi ayam di kandang sebanyak 1000 ekor
Bobot Timbang umur 32 hari adalah 1,74 kg

Keseragaman
= Bobot timbang rata-rata (±10%) 
= 1,74 kg x 10% 
= 0,174 gram

Keseragaman   = 1,74 kg – 0,174
                         = 1,566 kg

Dari 1000 ekor ayam yang dipelihara ternyata hanya 850 ekor yang bobotnya sudah mencapai target bahkan lebih. Sedangkan sisanya masih dibawah standar. jadi dapat dihitung persentase keseragamannya, sebagai berikut :
= 850 / 1000 x 100 %
= 85 %

Jadi tingkat keseragamannya 85%, menurut Medion (2008) pertumbuhan yang merata menjadi salah satu indikator ayam memiliki performan produktivitas yang baik. Tingkat keseragaman atau uniformity yang baik dalam 1 populasi ayam ialah > 85%. Keseragaman yang baik ini juga menggambarkan tata laksana pemeliharaannya telah diterapkan dengan bagus.



Hal yang harus dilakukan selanjutnya pada ayam yang belum mencapai target (bobot dibawah rata-rata) dimasukan ke kandang karantina dan dipisahkan menggunakan sekat kemudian diberi pakan starter untuk memacu pertumbuhannya.

Semoga bermanfaat... 

Daftar Pustaka
Medion. 2008. Konsultasi Pertumbuhan Tidak Merata. http://info.medion.co.id.
Puyuh merupakan salahsatu unggas yang dimanfaatkan sebagai penghasil telur. kebiasaannya hidup di alam yang mudah beradaptasi dengan lingkungan dan peluang pasar yang masih terbuka lebar serta perawatannya yang mudah menjadikan daya tarik untuk dibudidayakan. sifat puyuh yang mudah beradaptasi dengan lingkungan dapat di aplikasikan kedalam sistem pemeliharaan semi intensif maupun intensif, dengan pengaturan manajemen yang tentusaja memerlukan keahlian khusus agar puyuh dapat berproduksi secara optimal.

Peluang usaha budidaya puyuh ini masih sangat terbuka lebar. telur puyuh banyak diminati dan dicari oleh konsumen sebagai bahan olahan masakan dengan kandungan protein yang tinggi yaitu 12-14 %. dengan begitu telur puyuh merupakan makanan yang sehat. terbukanya peluang usaha beternak puyuh ini bisa dibuktikan dari permintaan pasar yang selalu kekurangan pasokan dan belum terpenuhi secara optimal. sehingga kemungkinan besar telur yang kita produksi nantinya bisa terserap oleh pasar dengan mudah.

Usaha budidaya burung puyuh ini boleh dikatakan gampang-gampang susah. karena bagaimana pun puyuh adalah makhluk hidup yang perlu dirawat tidak sekedar memberikan pakan dan minum tetapi juga diperlukan ketelatenan (teliti) dan kasih sayang layaknya memelihara anak sendiri, dikarenakan puyuh tersebutlah yang bisa mengantarkan kita kepada rezeki. perawatan yang juga penting untuk dilakukan adalah kebersihan dan pengendalian penyakit. kandang yang kotor dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit baik virus, bakteri dan parasit. untuk membersihkan kandang puyuh bisa dilakukan dengan mengambil alas kotoran yang terletak dibawah kandang kemudian kotoran dibuang ke kolam ikan atau bisa dijadikan sebagai pupuk organik.

Pencegahan penyakit puyuh bisa dilakukan dengan program vaksinasi yang ketat dan penanganan pascainfeksi penyakit dengan karantina dan perawatan intensif. puyuh yang sakit perlu dipisahkan dari populasi. tujuan puyuh dikarantina adalah untuk mencegah terjadinyya penularan penyakit yang lebih besar. pengobatan dan perawatan puyuh yang sakit ini tidak menghabiskan banyak biaya tidak seperti pengobatan pada ayam maupun unggas lainnya karena obat yang dipakai jumlah dan dosisnya lebih sedikit jadi biaya yang dikeluarkan lebih murah.

Pengalaman beternak seseorang juga menentukan keberhasilan peternakan kita menjadi berhasil. sebelum kita beternak secara komersil dengan sistem intensif ada baiknya kita ikut kemitraan terlebih dahulu, karena disamping membutuhkan modal yang lebih kecil kita juga akan diberikan training atau pelatihan bagaimana melakukan manajemen pemeliharaan puyuh yang benar.

Keunggulan yang telur puyuh selain itu harga telur yang relatif lebih murah dari unggas lainnya seperti ayam atau itik juga merupakan peluang yang sangat menarik untuk dibudidayakan. produksi telur puyuh rata-rata yaitu 250-300 butir/tahun. telur yang dihasilkan kemudian dijual dan dipasarkan baik dari peternak langsung ke konsumen maupun ke pengepul.

Itulah prospek usaha ternak puyuh yang umumnya masih terbuka lebar jadi perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya, asalkan kita mau teliti dan sabar dengan keyakinan penuh usaha yang kita jalani akan terlaksana dengan baik dan keuntungan yang diperoleh juga maksimal,
Terimakasih, Semoga bermanfaat.. 

Meskipun banyak pihak yang mengkhawatirkan kelangsungan kualitas genetik ayam hasil persilangan tersebut, namun tampaknya para peternak tidak begitu mempermasalahkannya. Kehadiran ayam-ayam hasil persilangan justru dinilai sebgai alternatif yang paling cepat, tepat dan menguntungkan untuk menggerakkan bisnis peternakkanya. Apalagi hinga saat ini, produktivitas dan kualitas telur ayam tersebut masih tinggi dan bahkan tidak berbeda dengan telur ayam arab asli.
Hal inilah yang menyebabkan perkembangan ayam arab hasil persilangan relatif lebih cepat dibandingkan ayam arab asli. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa populasi ayam arab hasil persilangan jauh lebih banyak aripada ayam arab asli. Diperkirakan pula, dalam jangka waktu yang panjang, jumlah peternak ayam arab hasil persilangan akan terus berkembang pesat, bersaing dengan jumlah peternak yang tetap konsisten mengembangkan ayam arab asli.
Ayam arab asli atau palsu Namun sayangnya, ada peternak atau pedagang nakal yang justru memanfaatkan kondisi ketidaktahuan masyarakat tentang ayam arab tersebut sebagai peluang bisnis yang sangat menguntungkan baginya. Mereka mencampuradukkan ayam arab asli dengan ayam arab hasil persilangan, sehingga pasar ayam arab yang baru berkembang terkacaukan.




Sehingga jika tidak berhati-hati dalam membeli, maka para pembeli awam yang belum tahu tentang ciri-ciri atau karakter fisik ayam arab secara pasti akan dapat terjebakuntuk membeli ayam arab asli tapi palsu.

Beberapa jenis ayam arab hasil persilangan memang menunjukkan karakter fisik yang tidak jauh berbeda dengan ayam arab asli. Sehingga sulit bagi peternak pemula untuk membedakan antara ayam arab asli dengan ayam arab silangan. Hingga saat ini, memang belum ada lembaga tertentu yang mampu memberi garansi keaslian dan kemurnian ayam arab. Namun, sudah ada beberapa pengusaha yang merintis untuk memeberikan jaminan keaslian ayam arab, walaupun dengan harga jual yang sangat mahal, sehingga tidak semua peternak sanggup membeliny

Perkawinan babi 
Manajemen perkawinan babi perlu diatur agar tidak terjadi kesalahan dalam sistem tata laksana pengembangbiakan yang dapat mengakibatkan kerugian, menurut Prasetyo (2013) menyatakan bahwa babi dara sebaiknya dikawinkan pada berahi kedua setelah pubertas, bila babi dara terlalu kurus atau berada dalam kondisi yang tidak bagus dapat dikawinkan pada berahi ketiga. Menurut Toelihere (1993), betina mencapai pubertas pada umur lima sampai delapan bulan, disarankan dikawinkan pada umur 8 sampai 10 bulan.
1.      Perkawinan secara alami
Berdasarkan hasil praktikum, proses perkawinan babi secara alami adalah Babi betina yang berahi digiring dan dimasukkan ke kandang pejantan untuk dikawinkan. Pejantan dibiarkan mencumbui babi betina tersebut sambil mengeluarkan urin, pada saat pejantan menaiki betina, penis pejantan diarahkan kedalam alat kelamin betina. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar penis tidak masuk kedalam anus betina tersebut. Proses pengawinan secara alami berlangsung sekitar 10 menit.
Menurut Toelihere (1981), bahwa dalam perkawinan secara alami pejantan melakukan tahap-tahap percumbuan yang dimulai dengan mencium flank betina, menyeruduk dan menyodok diantara kaki belakang betina secara tiba–tiba dengan moncongnya, mengangkat bagian belakang betina, menggertakkan gigi, menggertakkan rahang dari samping dan keluar buih dari mulut. Babi pejantan tersebut akan memisahkan babi–babi betina yang tidak berahi dan mulai menaiki betina yang menunjukkan tanda-tanda berahi. perkawinan secara alami dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Perkawinan secara individu sebaiknya dengan membawa betina kekandang jantan dikarenakan pejantan telah mengenal daerah teritorialnya sedangkan perkawinan kelompok dilakukan dengan cara mencampur pejantan dikandang sekelompok betina.

2.      Perkawinan IB ( Inseminasi Buatan )
Inseminasi buatan (IB) merupakan suatu teknik inseminasi pada ternak yang diterapkan secara efisien pada peternakan yang maju (Toelihere, 1993). Menurut Sihombing (1997), periode yang efektif untuk menginseminasi adalah sekitar 24 jam, antara 24 hingga 36 jam setelah puncak berahi. Pejantan yang akan digunakan dalam IB harus teruji mutunya dalam hal performans, fisik, kesehatan dan manajemen pemeliharaan memenuhi standar (Sihombing, 1997). Seekor babi jantan unggul, dengan IB dapat dipakai untuk melayani 2000 ekor betina per tahun dengan keturunan 20.000 ekor. kelemahan dari teknik IB adalah jika tidak dilakukan dengan benar, maka akan menurunkan efisiensi reproduksi sehingga dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara terlatih dan terampil dan teknik IB tidak dapat digunakan untuk semua jenis hewan (Toelihere, 1993). Babi betina yang akan diinseminasi adalah babi yang sedang berahi.
 Sebelum inseminasi dilakukan, alat dan bahan seperti gunting, kateter, aquabides dan semen dipersiapkan. Bersihkan vulva babi betina dengan aquabides, ujung kateter dibasahi dengan aquabides, kemudian kateter dimasukkan secara perlahan-lahan kedalam alat kelamin betina yang diputar berlawanan dengan arah jarum jam. Setelah kateter masuk dan serviks telah terkunci, maka penutup bungkus semen digunting dan dimasukkan kedalam kateter. Kateter agak diangkat keatas supaya semen dapat mengalir kedalam alat kelamin betina. Proses inseminasi berlangsung selama satu hingga lima menit.

Daftar Pustakan

Sihombing, D.T.H. 1997. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Prees. Yogyakarta

Toelihere, M. R 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa, Bandung.

Kelinci yang baru anda beli sering mati bagaimana perawatannya ??? simak ulasannya...

Selamat datang di blog saya, postingan kali ini mengenai Beberapa hal yang perlu anda pahami dalam memelihara kelinci. Bagi sebagian teman-teman saya ataupun anda yang senang memelihara kelinci, ada beberapa hal yang sangat mendasar untuk menjamin kelangsungan hidup dan kesehatan mereka. sehingga kelinci yang anda pelihara tidak mudah mati. Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk memulainya karena pada dasarnya ada 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu pakan, kandang, dan air minum.

Berikut cara merawat kelinci bagi pemula:
A.    Makanan kelinci
      hal utama yang perlu diperhatikan dalam merawat kelinci adalah makanan, ya makanan... kenapa makanannya??? Karena makanan/pakan merupakan kebutuhan yang perlu dipenuhi oleh seluruh mahluk hidup di bumi ini tidak lain karena nutrisi dalam pakan akan membentuk proses metabolisme dalam tubuh berlangsung baik sehingga berpengaruh pada keberlangsungan hidup kelinci dan kelinci anda pun tidak mudah mati.
Kasus kematian pada kelinci ini sering terjadi. Entah karena terserang penyakit, kesalahan dalam perawatan, ataupun faktor-faktor lingkungan lainnya. Hal tersebut terjadi karena anda  masih pemula atau baru mengenal kelinci.
Dalam hal makanan kelinci, apa sih makanan kelinci??
Kelinci merupakan hewan herbivora atau pemakan tumbuh-tumbuhan, tapi tidak bisa dipungkiri kelinci juga pemakan segalanya (omnivora) tergantung sifat kelinci tersebut. Tumbuhan yang paling disukai oleh kelinci berupa rerumputan ataupun dedaunan, dari sini kita bisa mengetahui apa makanan utama kelinci. Rumput dan daun merupakan makanan utama mereka, namun anda juga bisa memberikan variasi makanan untuk kelinci kesayangan anda. Seperti mencampurkan buah dan sayur, yang mesti anda ingat adalah gula alami yang terkandung dalam buah tidak terlalu baik untuk kelinci anda. Jadi awasi asupan gula alami pada kelinci anda.
Sayuran itu pasti disukai kelinci tapi ingat bukan sayuran segar banyak orang yang mengira bahwa  jika memberi kelinci sayuran segar itu baik, tetapi hal itu adalah salah besar!!! kenapa karena kandungan air didalam sayur segar yang sangat banyak ini bisa membuat kelinci mengalami diare atau mencret dan berujung pada kematian.
Cara yang benar adalah kalian membeli sayuran apapun itu ditukang sayur pagi hari lalu semuanya di jemur atau dilayukan sampai sedikit berwarna kekuningan, setelah layu baru berikan ke kelinci kesayangan anda, karena kadar air sayuran tersebut sudah menurun. Waktu penyediaanya, letakan sayur-sayuran di dalam tempat pakan secukupnya pada jam 08.00 pagi dan sore hari mulai jam 17.00 sampai malam.
Selain sayuran ada juga pakan kelinci yang lain misalkan anda tidak punya waktu untuk menjemur sayur, anda bisa beli pelet khusus untuk kelinci yang banyak tersedia di supermarket atau petshop tapi harganya mahal sekitar 30ribu atau bisa juga pelet ikan paling banter 10 ribu.
B.     Kandang kelinci
      Kandang adalah hal yang sangat penting dalam pememeliharaan kelinci yang dikandangkan (intensif). Fungsi kandang berguna untuk tempat berlindung kelinci dari segala kemungkinan kondisi lingkungan luar yang bisa mengancam kehidupan kelinci seperti penularan penyakit, suhu dingin, terik matahari dan hewan predator.
Kandang kelinci tersebut hendaknya dibuat senyaman mungkin. Anda perlu menyiapkan sebuah kandang baik berbahan kayu maupun besi dengan ukuran tinggi 50 cm dan lebar 50 cm agar kelinci bisa bermain dan berlarian di dalam kandangnya. Ini untuk menjaga agar kelinci tidak stress yang bisa mengakibatkan berbagai gangguan pada kesehatannya. Dalam kandang tersebut, siapkan tempat pakan, tempat minum dan tempat untuk kelinci beristirahat.
Untuk menjaga kesehatan kelinci pastikan kebersihan kandang. Bersihkan kandang dari sisa-sisa pakan yang tercecer dan kotoran (feses) yang menempel pada lantai kandang. Ada baiknya air kencing kelinci ditampung untuk dijadikan pupuk.
C.     Air
      Semua mahluk hidup membutuhkan air, tidak sekedar air, tapi air yang benar-benar terjaga kebersihannya. Taruh mangkuk atau botol berisi air bersih dalam kandangnya, ini untuk menghindarkan kelinci dari bahaya dehidrasi yang bisa mengancam keselamatannya. Ganti air tersebut seminggu dua kali.

Tips cara merawat kelinci ini di kutip dari beberapa sumber serta ditambah lagi dari pengetahuan penulis.
Semoga tips ini bermanfaat ...
Puyuh merupakan ternak yang tergolong dalam kelas unggas yang tidak mempunyai kemampuan terbang dengan baik. Dalam lingkungan sesungguhnya puyuh biasanya hidup pada semak-semak atau tempat-tempat yang jarang di lewati oleh manusia atau hewan lain. Dari segi fisiologi dan anatomi,ternak puyuh sama dengan ternak unggas lain. Namun ada yang sedikit membedakan antara puyuh dengan bangsa unggas lainnya yaitu pada telurnya. Puyuh memiliki ukuran telur yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan bangsa unggas lainnya. Bobot telur puyuh berkisar antara 9-11 gram.Warna telurnya pun sangat berbeda. Warna telur puyuh kecoklatan dengan bintik-bintik hitam pada seluruh permukaan telurnya.

Yang menarik dari burung puyuh ini adalah siklus hidup yang pendek, yaitu dibutuhkan 16—17 hari untuk pengeraman dan lebih kurang 42 hari dari saat menetas sampai dewasa kelamin. Laju pertumbuhannya cepat, yaitu dari 8—9 gram pada umur sehari hingga menjadi 200—300 garm pada umur 40 hari. Dengan konsumsi ransum lebih kurang 500 gram dan konversi ransumnya 2,3 : 1. Anak burung puyuh tumbuh begitu cepat, sehingga pada umur enam minggu burung tersebut mencapai 90—95 % bobot tubuh dewasa kelaminnya.

Burung puyuh mencapai dewasa kelamin sekitar umur 42 hari dan biasanya berproduksi penuh pada umur 50 hari. Dengan perawatan baik, burung puyuh betina akan bertelur 200 butir pada tahun pertama berproduksi, dan lamanya hidup hanya 2—2 ½ tahun.

Pada praktikum ini,dilakukan pengamatan pada proses penetasan telur puyuh. Menetaskan telur sendiri mengandung pengertian suatu usaha untuk menetaskan telur unggas dengan bantuan mesin penetas telur yang sistem atau cara kerjanya mengadopsi tingkah laku (behaviour) induk ayam atau unggas lainnya selama masa mengeram. Oleh karena itu tak heran jika banyak orang yang menyebut alat ini dengan istilah mesin penetas telur dan ada sebagian orang yang menggunakan istilah setter (ruang pengeraman) dan hatcher (ruang penetasan). Namun pada praktikum yang telah kami lakukan,mesin tetas yang digunakan masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana. Kemudian dalam pemilihan telur baik yang fertil maupun infertil tidak dilakukan oleh peternak karena dalam pelaksanaannya peternak masih belum atau tidak memproduksi telur untuk ditetaskan. Hasil telur yang didapatkan oleh peternak langsung di jual ke konsumen.

Untuk proses penetasannya sendiri, peternak harus mendatangkan telur dari penjual telur puyuh.Seleksi telur juga tidak dilakukan oleh peternak. Padahal seharusnya seleksi telur tetas harus dilakukan demi dan untuk mengetahui perkiraan telur yang akan akan menetas selama proses penetasan telur di dalam mesin tetas. Seleksi atau pemilihan telur tetas meliputi berat telur, bentuk telur, keadaan kulit telur, rongga udara, umur telur dan cara penyimpanannya.

Adanya telur fertil dan telur infertil yang harusnya diketahui peternak sebelum masuk dalam mesin tetas sangat menentukan keberhasilan dari penetasan telur puyuh tersebut. Penentuan telur fertil dan infertil sebelum telur masuk mesin tetas sulit dilakukan. Candling saja tidak cukup akurat untuk menentukan tingkat kesuburan dari telur. Candling (peneropongan) telur berfungsi untuk mengetahui jumlah telur yang infertil (tidak dibuahi), telur yang fertil, embrio yang tumbuh dan embrio yang mati.Telur yang infertil atau mati embrio perlu dikeluarkan dari mesin penetas telur. Telur yang infertil masih bisa dikonsumsi sedangkan telur yang mati embrio bisa untuk campuran pakan ternak.Selain candling,perlu juga dilakukan pendinginan telur. Pendinginan telur pada mesin penetas telur dilakukan saat kita melakukan candling telur tadi. Atau bisa juga untuk sesekali waktu kita buka pintu mesin penetas. Lama pendinginan telur bisa antara 10-15 menit.

A.  LEBIH BAIK KELEMBABAN TINGGI SAAT PROSES PENETASAN BILA DIBANDING RENDAH.

Satuan untuk menghitung dari kelebaban adalah prosentase (%). Semakin tinggi sebarannya maka semakin memberikan proses pipping yang lebih sempurna, yang pada gilirannya memberikan tingkat daya tetas yang meningkat. Mengapa semikin tinggi Rh semakin baik dalam proses penetasan karena dengan tinggi Rhnya maka embrio akan mudah menyerap Ca dan P yang ada di cangkang yang dapat digunakan sbg pembetukan tulang, sehingga pada proses pipping yang berperan dens ovifragusnya maka pemecahan telur saat pipping dapat berjalan dengan sempurna.

B. KETEPATAN MASA INKUBASI PD PROSES PENETASAN DIPENGARUHI OLEH KESTABILAN SUHU. 

Suhu pada mesin tetas merupakan faktor yang sangat penting didalam perkembangan embrio selama dalam telur. Jadi jika suhu dalam mesin tak dikontrol de ngan seksama maka berakibat fatal yang pada gilirannya akan gagal dalam menetaskan telur. Kebutuhan suhu dalam mesin pada telur dari berbagai bangsa unggas berbeda. Prinsipnya semakin besar telur yang ditetaskan akan memerlukan suhu yang lebih tinggi, misal : telur cecak, telur puyuh, telur merpati, telur ayam, telur itik dan telur angsa akan berbeda ( disini besar telur dari yg terkecil mengarah ke  telur yang lebih besar). Jika dalam proses penetasan telur suhu normal selama proses penetasannya, maka akan memberikan waktu tetas yang tepat (sesuai masa inkubasi dari telur itu sendiri, misal : telur puyuh masa inkubasinya 17 hari, ayam 21 hari, itik 28 hari) dan menghasilkan tingkat daya tetas yang tingi, karena proses perkenbangan embrio dapat berjalan normal sebagai akibat organ vitalnya dapat terbentuk dan berkembang secara optimal dan norma. Sebaliknya jika selama proses penetasan suhunya kurang maka masa inkubasi akan lebih tinggi tetapi embrio akan mati, begitu pula suh yang lebih tinggi selama proses penetasan berlangsung. 

C.  MASA KRITIS DALAM PROSES PENETASAN PENENTU KEBERHASILAN PROSES PENETASAN.

Masa kritis adalah waktu yang sangat penting dalam proses pembentukan dan  perkembangan embrio dalam telur tetas selama dalam proses penetasan. Masa kritis pertama dihitung dari hari ke satu sampai dengan hari ke tiga setelah telur dimasukkan dalam mesin tetas. Untuk masa kritis pertama ini seluruh telur bangsa unggas adalah sama hitungannya. Dalam masa kritis pertama ini terbentuknya alat-alat vital dalam organ tubuh embrio (pembuluh darah, janung, ginjal dll), agar pembentukan organ vital tsb dapat berjalan dengan sempurna harus dibutuhkan suhu mesin tetas untuk ayam 101 derajat Fahrenheit. Oleh karena itu jika saat masa kritis pertama tsb sumber pemanasnya terganggu (listrik mati, lampu teplok yang tak memenuhi syarat), maka akan terjadi kegagalan karena embrio mati. Sedangkan pada masa kritis ke dua ini semua organ tubuh termasuk bulu sudah terbentuk. Nah untuk melakukan pemecahan pada kulit telur (proses pipping) si embrio tsb harus membutuhkan energi atau tenaga untuk proses pipping, yang mana dibutuhkan suhu sekitar 101 – 102 derajat Fahrenheit dan kelembaban 70 – 80 %. Nah, jika suhu dan kelembaban tak terpenuhi karena sumber pemanas terganggu ( listrik mati, dlsb), maka akanterjadi kegagalan sehingga  tak menetas. Dengan demikian faktor suhu, kelebaban dan operatorlah yang memegang peranan penting dalam mengatur agar masa kritis dapat berjalan dengan lancar.

D.      BENTUK TELUR PENENTU TINGKAT DAYA TETAS.

Tolok ukur keberhasilan dalam menetaskan telur unggas adalah banyaknya  dari telur-telur yang menetas dari telur yang fertil dari jumlah telur yang ditetaskan. Tak diragukan lagi bahwa prosentase daya tetas ditentukan oleh 3 faktor, yaitu Operator (orang yang menetaskan), Telur yang akan ditetaskan dan Mesin tetas yang digunakan dalam proses penetasan. Telur yang akan ditetaskan syarat utamanya adalah telur tersebut harus fertil (penentu fertil tidaknya telur dengan alat Candler). Untuk menghasilkan telur-telur yang memenuhi syarat untuk ditetaskan maka telur-telur tersebut harus dan perlu untuk diseleksi (atau lebih dikenal dengan SELEKSI TELUR TETAS).  Salah satu penyeleksian telur tetas yang penting adalah diantaranya adalah bentuk telur tetas. Sebutir telur dapat dikeluarkan melalui saluran telur (oviduct) memakan waktu sekitar 25,1 jam ( sehari lebih 1 jam). Jika dalam proses peneluran tersebut terganggu (karena nutrisi, genetik, lingkungan kandang sekitar baik secara internal  maupun ekternal maka akan menghasilkan telur-telur yang mempunyai macam-macam bentuk telur. Dikenal ada 3 bentuk telur unggas yaitu : bulat, lonjong dan oval telur. Dari ketiga bentuk tersebut yang ovallah yang baik untuk ditetaskan karena menghasilkan daya tetas yang lebih tinggi bila dibandigkan dengan bentuk bentuk lainnya. Untuk menghitung bentuk telur tersebut bulat, lonjong atau oval dapat dihitung dengan menggunakan rumuss yang disebut : INDEK TELUR / IT (EGG INDEX) = sumbu pendek dibagi sumbu panjang telur dikalikan 100 persen, jika telur tersebut termasuk oval maka IT nya 72 – 74 %, sedangkan yang bulat lebih dari 72 – 74 % dan lonjong dibawah 72 – 74 %.

E. JARAK BAK AIR BERPENGARUH TERHADAP PROSES PIPPING PADA BANGSA UNGGAS.

Perlu diketahui bahwa normal atau tidak normalnya besaran kelebaban (%) dalam mesin tetas dapat berpengaruh terhadap proses pipping dan pada giliranya akan menyebabkan tingkat daya tetasnya. Sumber adanya kelembaban tingig atau rendah berasal dari bak air dalam mesin tetas dan penyemprotan pada permukaan telur tetas yang ditetaskan dalam mesin tetas. Bak air dalam mesin tetas pada mesin tetas type Still mutlak adanya. Anjuran penulis Luasan bak air sebesar luasannya dari jumlah telur yang ditetaskan pada rak telur. Jika syarat tersebut tak dipenuhi, pasti akan menghasilkan daya tetas yang rendah, begitu pula jarak bak air dengan jarak rak telur sebaiknya 2 sampai 3 cm. Dengan kedua syarat itu dipatuhi maka akan menghasilkan ingkat daya tetas yang tingi. Mengapa? karena dengan luasan dan ketinggian yang balance maka akan menghasilkan besaran persentase kelembaban yang optimal untuk menetaskan telur unggas ( karena akan memberikan tingkat kelembaban antara 60 – 80 %, besaran persentase tersebut sudah memenuhi untuk proses penetasan.

F.       SEX RATIO PENENTU UTAMA DARI TELUR FERTIL.

Memperhatikan imbangan jantan dan betina pada bangsa unggas jika akan menetaskan telur WAJIB hukumnya, hal ini disebabkan karena imbangan tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat fertilitas telur. Imbangan jantan dan betina ( jantan : betina ) pada bangsa unggas dapat dipaparkan sebagai berikut : untuk angsa 1 : 3 sampai 4 ekor, itik 1:10 sampai 15 ekor, ayam ras 1 : 5 sampai 8 ekor, buras 1 : 8 sampai 10 ekor, puyuh (Coturnix coturnix japonica) 1 : 3 sampai 4 ekor, merpati 1 : 1 (monogami). Semakin kecil sex rationya akan menghasilkan tingkat fertilitas yang tinggi pula, disebabkan karena kesempatan untuk kawin setiap saat ada, bila dibandingkan dengan jumlah yang melebar. Namun bila ditinjau dari segi ekonomis imbangan yang sempit merugikan, oleh karena itu sebaiknya pedoman yang penulis paparkan sebagai patokannya.

G.      CLUTCH BERPENGARUH PADA DAYA TETAS TELUR BANGSA UNGGAS.

Clutch adalah jarak antara peneluran pertama ke peneluran berikutnya ( misalnya tanggal 1 induk bertelur sebutir dan tanggal-tangal berikutnya si induk tersebut bertelur kembali). Clutch oleh penulis dikenal terdapat 2 jenis, jenis pertama clutch sempit dan ke dua clutch renggang. Sebagai contoh clutch sempit jika si induk bertelur setiap hari (setiap saat), sedangkan clutch renggang sebaliknya. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa clutch sempit berarti si induk tersebut berperoduksi telur tinggi dan sebaliknya untuk clutch renggang. Jadi clutch berkorelasi positif terhadap tinggi  rendahnya produksi telur unggas. Menurut Sugandi (1990 ) bahwa semakin tinggi produksi telur induk akan menghasilkan tingkat daya tetas yang tinggi bila dibandingkan dari induk yang berperoduksi rendah. Hal ini diduga induk unggas berproduksi tinggi berarti : 1. Induk tersebut  berasal dari bibit genetik yang unggul, berasal dari induk yang diberi nutrisi yang rasional, pembentukan sebutir telurnya normal, si induk tersebut mesti sehat dan diberi tatalaksana yang benar dan tepat bila dibandingkan dengan induk berproduksi rendah.

Menjelang menetas Saat ini disebut dengan periode kritis ke-2 dan biasanya banyak penetas yang gagal dalam menghadapinya. Pada tiga hari terakhir sebaiknya telur tidak perlu dibalik/diputar lagi. Kelembaban perlu dinaikkan sedikit untuk membantu proses retaknya cangkang (pipping) dengan cara penyemprotan telur dengan sprayer atau lainnya. Suhu perlu dipertahankan agar tetap stabil dan menghindari agar tidak terjadi kematian pada sumber pemanas (PLN atau lainnya).
Y
ang perlu anda perhatikan adalah pada saat 3 hari menjelang telur menetas kita jangan sampai membuka pintu mesin penetas. Pada 3 hari terakhir ini juga sudah tidak dilakukan pembalikan telur lagi. Pintu mesin penetas tidak boleh dibuka karena dapat menyebabkan kehilangan kelembaban udara yang amat sangat diperlukan dalam proses akhir penetasan. Kehilangan kelembaban dapat mencegah keringnya membran pada kulit telur pada saat penetasan (hatching). Bisa dikatakan selama 3 hari itu kita lepas tangan, tidak perlu ikut campur, selain menunggu proses penetasan berjalan sampai selesai dengan sendirinya.

Dalam hal mengangkat dan memegang kelinci tidak boleh sembarangan, apalagi untuk kelinci bibit. Apabila terjadi kesalahan dalam mengangkat akan berakibat fatal yang berakibat cacat pada kelinci .

Beberapa perilaku yang sudah menjadi kebiasaan yang salah dalam mengangkat kelinci yaitu sebagai berikut :

Mengangkat kelinci dengan memegang ke dua telinga kelinci . Ini dapat berakibat saraf telinga akan rusak karena telinga kelinci sensitif dan tidak mampu menahan berat tubuhnya. Apalagi bila kelinci meronta-ronta saat diangkat telinganya ini dapat berakibat kepala kelinci bisa miring dan cacat seumur hidupnya.

Mengakat kelinci dengan memegang kedua kaki belakang. Hal ini akan menganggu peredaran darah, akibantnya darah menumpuk pada kepala dan posisi organ berubah yang sangat mungkin jaringan organ akan putus.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoEphHGk6ESeEhFL9RR7ylujTPGXASnYMFWzxyvVW6I9gDvXPWTZZdEsyLB01REacYL77i4iEWbs2cqbmz7QcL7BcpUWJEaLamQIDrXMoRwSyR9kkkh8nFVW1JxyLbXVDWC3gmB27-jsU5/s320/scan0008.jpg

Contoh gambar diatas : cara mengangkat kelinci yang salah
Bagaimana mengangkat kelinci yang benar ?
“Untuk jenis besar , pegang tengkuk atau punggung dengan salah satu tangan. Setelah terangkat tangan yang satu digunakan untuk mendukung pada bagian pantat. Hal ini dilakukan dengan tenang dan kasih sayang. Alangkah baiknya sebelum diangkat dielus-elus terlebih dahulu
Untuk Kelinci kecil dapat diangkat dengan memegang bagian sebelah depan kaki belakang melalui punggung”.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQQmY3Ym0gR-Y8cTzn16wDfUrHRGjWkAF3ch0a7Fw3N9hAmwQYZbTlQERI80b7vmZJ2WQ3U2KLruOddlNqBnCQo2_3IYi2eu8Jo3vs_iQCdsBsXatVpVZRxxozh_scnpX15eOZDUifW8aK/s320/scan0009.jpg

Contoh Gambar diatas : Cara pengangkatan kelinci yang benar

Sumber : http://ammyrabbits.wordpress.com/info-kelinci/cara-mengangkat-kelinci

  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.
  2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.
  3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.
  4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.
  5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.
  6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.
  7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).
  8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.
  9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.
  10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.
  11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.
  12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).
  13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.
  14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.
  15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.



Dari beberapa catatan diketahui bahwa angsa adalah species unggas yang pertama dijinakkan dan berasal dari species angsa liar yang disebut Graylag (Anser anser) dan angsa liar China (Anser cygnoides). Kedua jenis species angsa tersebut sampai sekarang lebih banyak dijumpai dan sangat luas penyebarannya. Bangsa angsa di Asia dan Afrika umumnya merupakan keturunan Anser cygnoides sedang bangsa angsa di Eropa diturunkan oleh Anser anser.

Dalam systematic Zoology angsa dapat disusun sebagai berikut :

Kingdom         :  Animal
Phylum            :  Chordata
Class                :  Aves
Order               :  Anseriformes
Family             :  Anatidae
Genus              :  Anser
Species            :  Anser anser

Secara alamiah angsa-angsa mengerami telur-telurnya walaupun sudah didomestikasi maka sifat mengeram (Mother ability) masih ada kecuali bangsa Touluuse. Angsa merupakan unggas yang paling cerdas dengan daya ingat yang kuat. Dalam keadaan liar monogamous dan setelah didomestikasi berangsur-angsur Polygamous. Pemeliharaan angsa pada umumnya bertujuan untuk produksi daging dan juga sebagai “Weeder” (pembersih rumput-rumputan yang tidak berguna) diperkebunan buah atau kapas.

Bangsa-bangsa Angsa
Berbeda dengan ayam atau itik, maka penggolongan angsa didasarkan pada ukuran badan dan tujuan pemeliharaan karena pada umumnya tujuan pemeliharaan adalah produksi daging. Di luar  negeri terdapat beberapa bangsa, sedangkan di Indonesia hanya terdapat satu bangsa yaitu Bangsa Chinese. Adapun Tipe dan Bangsa angsa adalah :
1.    Tipe Berat  – Bangsa African, Embden, Toulouse.
2.    Tipe Sedang – Bangsa American Buff, Brecon Buff, Pilgria, Pemeranian.
3.    Tipe Kecil – Bangsa Chinese, Roman.
4.    Tipe Ornament – Bangsa Canada, Egyptian dan Sebastopol.
Selanjutnya hanya beberapa saja yang terasa penting untuk dijelaskan secara lebih luas.

Bangsa Toulouse.
Merupakan bangsa angsa yang terbesar atau paling berat. Pada umur 12 bulan ternak jantan dapat mencapai 11 Kg sedangkan betina mencapai 9 Kg. Pada umur 10 – 13 minggu dipasarkan dengan Berat  5 – 6 Kg sebagai “Green geese”. Bulu jantan dan betina sama yaitu berwarna abu-abu gelap, bagian punggung (back) berangsur-angsur menjadi terang, berakhir dengan warna putih pada bagian dada dan perut. Pertumbuhan badan cepat dan produksi telur 20 – 30 butir/thn.

Bangsa Embden
Ukuran tubuh lebih kecil daripada Toulouse dimana berat jantan dewasa 9 Kg, sedangkan betina 8 Kg. Pada umur 9 – 12 minggu dipasarkan dengan berat 4 – 5 Kg. Warna bulu jantan dan betina putih sehingga sebagai ternak potong sangat disukai.

Bangsa African
Merupakan turunan dari angsa liar Anser cygnoides. Berat badan hampir sama dengan Embden, dimana jantan dewasa mencapai 8 – 9 Kg sedangkan betina dewasa 7,5 – 8 Kg. Dipasarkan pada umur 10 – 12 minggu dengan berat 4 – 4,5 Kg. Warna bulu abu-abu dengan bayangan kecoklatan, leher bergelambir. Pada pangkal paruh yang hitam terdapat tonjolan “knob” hingga tampak lebih gagah dan penampilan agak tegak.

Bangsa Chinese
Angsa ini paling kecil (ringan) dan merupakan keturunan angsa liar Anser cygnoides seperti angsa  African. Angsa Chinese masak dini, bertelur lebih cepat, pemeliharaannya mudah dan daya tetas lebih baik dari angsa yang lain. Dipasarkan sebagai “Green geese umur 10–12 minggu dengan berat 4–4,5 Kg Seperti bangsa African, bangsa Chinese juga memiliki “knob” yang berwarna oranye seperti warna paruhnya. Warna bulu putih bersih, tetapi adapula yang berwarna kecoklatan dengan paruh kehitaman. Kemampuan produksi telur cukup baik 40 – 60 butir/thn. Terdapat 2 varietas yaitu putih dan coklat.
Di Indonesia merupakan satu-satunya bangsa angsa yang ada, namun untuk produksi daging belum umum dan kebanyakan hanya sebagai binatang hiasan atau diambil bulu.

Pemeliharaan
Telur angsa yang baik ditetaskan dengan berat 140 – 200 gram. Penetasan dapat secara alamiah maupun buatan. Penetasan alamiah dilakukan dengan pengeraman induknya maupun induk unggas lain, sedangkan penetasan buatan dilakukan dengan campur tangan manusia berupa mesin penetasan. Masa pengeraman untuk jenis ringan berkisar 28 – 30 hari, sedangkan jenis berat  34 – 35 hari. Anak angsa yang baru menetas masih memerlukan induk buatan (Brooder) sampai 4 minggu (kandang khusus). Setelah umur lebih dari 1 bulan, maka anak angsa dilepas bebas (free range) dengan memberikan peneduh sebagai kandang (shades).

Makanan
Makanan angsa harus dibuat berbeda disesuaikan dengan umur dan tujuan pemeliharaan. Menurut NRC (National Research Council) 1994, bahwa kebutuhan ransum angsa adalah sbb.
Fase Starter  (awal)      =   PK 22 %, EM 2900 KKal/Kg
Fase Grower ( tumbuh) =  PK 15 %, EM 2900 KKal/Kg
Pembibitan (Breeding)  =   PK 15 %, EM 2900 KKal/Kg
Kebutuhan ransom angsa dewasa 250 – 300 gram/ekor/hari.
Pemasaran umur 14 – 18 minggu dan dapat dipercepat 10 minggu berupa Green geese.

Beberapa Istilah pada Ternak Angsa dan Kalkun
  • Anser cygnoides = Nama lain untuk angsa liar yang diduga merupakan leluhur (ancestor) dari angsa domestic yang kita kenal sekarang, khususnya bangsa angsa afrika dan china
  • Branta = Nama genus dari angsa liar. Salah satu anggotanya ialah angsa liar Canada (Branta canadaensis).
  • Brecon Buff = Salah satu bangsa angsa (goose) yang termasuk tipe medium (sedang).
  • Embden Geese = salah satu angsa tipe berat yang terkenal
  • Gaggle = Sekelompok angsa
  • Gander = Angsa jantan dewasa.
  • Gosling = Anak angsa atau angsa muda.
  • Weeder = Angsa sebagai pembersih tanaman misal rumput-rumputan.
  • Goose = Nama umum dari angsa (geese = jamak), juga istilah angsa betina.
  • Green Geese = Angsa muda dipasarkan umur 8 – 10 minggu.
  • Pate de foice gras = Hati angsa yang banyak mengandung lemak karena force feeding dg butiran.
    • Davainea meleagridis = cacing pita pada kalkun.
    • Turkey = kalkun (Meleagris galopavo)
    • Tom = istilah untuk kalkun jantan dewasa atau untuk kucing dewasa
    • Poult = anak kalkun
    • Snood = jaringan seperti daging yang menutupi sebagian dahi pada kalkun.


Yang umum dikenal sebagai Puyuh adalah Unggas dari Marga Turnix, Coturnix  dan Arborophilla. Arborophilla dan coturnix seperti ayam (gallus) termasuk family Phasianidae, sedang genus turnix termasuk family Turnicidae. Puyuh yang termasuk Turnicidae memiliki ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan sedang yang ke belakang tidak ada.
Cotohnya :  Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang sering ditemui ditegalan-tegalan, Puyuh kuning (Turnix sylvatica)’ Puyuh hitam (Turnix maculosa)

Genus Coturnix, yang ada dalam kehidupan liar di Indonesia adalah Coturnix chinensis (Puyuh batu) dimana dengan ciri-ciri : badan kecil sekitar 15 cm dan masih dapat ditemui di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Genus Arborophilla, di Indonesia dikenal dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra). Adapun species (jenis) puyuh yang umum dibudidayakan adalah Coturnix coturnix japonica dengan systematic zoology sebagai berikut:

Kingdom         :  Animal
Phylum            :  Chordata
Class                :  Aves
Order               :  Galliformes
Family             :  Phasianidae
Genus              :  Coturnix
Species            :  Coturnix coturnix japonica

Asal usul puyuh (Coturnix coturnix) ini belum jelas benar dan diperkirakan dari coturnix liar yang dijinakkan. Puyuh betina mulai bertelur pada umur 50 hari walau dewasa tubuh baru umur 70 hari. BB betina dewasa mencapai 140 gram dan kemampuan produksi telur 200 – 300 butir per tahun dengan rata-rata Berat telur 10 gr.

Beda Puyuh Jantan dan Betina
Untuk membedakan jantan dengan betina akan tampak jelas benar pada umur 3 minggu.

Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut :
Bagian
Jantan
Betina
Cloaca
Pada dinding bagian atas ada tonjolan kecil
Tidak ada Tonjolan
Suara
Umur 1,5 – 2 bulan berkokok
Tidak berkokok
Pantat
Bulat lebih besar
Lebih kecil dari jantan
Bulu
Dada / leher bawah merah-coklat tanpa garis-garis
Dada / leher bawah merah-coklat dengan garis atau bercak hitam
BB
± 140 gr
Kurang dari 140 gr

Tujuan Pemeliharaan Burung Puyuh
  1. Menghasilkan telur Konsumsi. Telur puyuh mengandung13,6 % protein (ayam 12,7 %), lemak 8,24 % (ayam 11,3%).
  2. Menghasilkan daging.
  3. Kotoran sebagai hasil samping bisa untuk pupuk.

Perkandangan
Kandang puyuh dapat dibuat dalam bentuk sangkar dengan dasar dari kawat atau litter (sekam). Dengan bentuk sangkar ini maka kandang dapat disusun  3-4 tingkat. Untuk ukuran kandang dengan panjang 1 m lebar 0,8 m dan tinggi 30-40 cm, maka dapat menampung 40-50 ekor burung puyuh.

Kandang sistem litter
Sistem litter mempunyai kelebihan antara lain :
  1. Hemat tenaga dan praktis karena tidak membersihkan setiap hari
  2. Merupakan sumber vitamin B12
  3. Dasar kandang tidak cepat rusak
  4. Kesehatan kaki puyuh terjamin
  5. Kehangatan merata
  6. Dapat menyerap kotoran dan air
  7. Mengurangi kanibalisme karena puyuh selalu mengkais.
Namun selain kebaikan, sistem litter juga memiliki kelemahan antara lain :
  1. Litter yang basah menyebabkan sumber penyakit
  2. Penggantian litter setiap penggantian penghuni.
  3. Karena puyuh suka mengkais maka wadah makanan sebaiknya diletakkan diluar kandang agar tidak penuh litter dan apabila terpaksa harus diletakkan dalam kandang, maka tempat pakan harus dirancang tidak mudah tercemar litter.

Pakan
Pada keadaan aslinya, makanan burung puyuh adalah biji-bijian, daun-daunan dan serangga. Pada pemeliharaan secara intensif maka makanan harus tersedia lengkap. Makanan puyuh diberikan secara ad libitum dan diperkirakan untuk jantan 20 gr/ hari.
Fase starter (0-3 minggu) kandungan PK 24-28 %,
Fase Grower (3-7 minggu) kandungan PK 20 %
Fase Layer ( setelah umur 50 hari – 8 bulan) kandungan PK ± 24 %
Sebagai potong, (setelah 8 bulan), maka PK ± 20 %.

Pedoman Teknis Budidaya
Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

a.    Penyiapan Sarana dan Peralatan (Perkandangan)
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
Kandang untuk induk pembibitan, Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.
Kandang untuk induk petelur, Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
Kandang untuk anak puyuh/umur stater (kandang indukan), Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh.
Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu), Bentuk dan ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram. Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.

b.  Persiapan Bibit
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
  1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
  2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran
  3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

b.   Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan Preventif, Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin
Pengontrolan Penyakit, Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup
Pemberian Pakan, Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.
Pemberian Vaksinasi dan Obat, Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

Contact Person

AVIAN JAYA FARM
Nama        : AVIAN TRENGGONO
Alamat      : Jl. Sukaraya-sukatani, Bekasi
Email         : aviantrenggono@yahoo.com
Hp              : 082137612234
Facebook : Avian Trenggono
Twitter      : Avian_trg
Website      : ternakapaaja.blogspot.co.id

VISITORS

Flag Counter