Pemeliharaan ayam pedaging bertujuan untuk menghasilkan daging. ayam broiler mengkonsumsi pakan untuk di konversikan menjadi daging atau dalam kata lain ayam pedaging adalah pabrik daging. Sebenarnya apa saja yang menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan ayam pedaging. kunci keberhasilan dalam pemeliharaan ini adalah manajemen peternakan yang baik (good farming praktis), dimana seorang peternak mengetahui kondisi apa yang dibutuhkan ayam sehingga ayam menjadi nyaman, sehat dan berproduksi optimal.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam pedaging adalah target pencapaian yang akan diperoleh dan tentu saja didukung dengan faktor produksi yang baik (lingkungan dan genetik). Setiap usaha yang kita kerjakan memiliki target dan tujuan begitu juga dengan pemeliharaan ayam tipe pedaging. tujuan disini adalah bagaimana ayam dapat mencapai target pertambahan bobot badan sekian pada umur sekian, lalu bagaimana caranya??
Sebagai peternak yang kita perlukan adalah rekording (pencatatan) dan pedoman standar pemeliharaan. Dengan selalu memperhatikan dua hal diatas kita akan tahu apakah ayam yang kita pelihara sukses atau tidak. Kemudian setelah itu barulah kita lakukan evaluasi. Kunci keberhasilan pemeliharaan ayam broiler adalah apabila populasi ayam dalam suatu kandang memiliki tingkat keseragaman yang sama yaitu lebih dari 80% (mencapai standar dari breeder).
Bobot badan telah mencapai standar dapat diketahui dari tingkat keseragamannya (uniformity). Tingkat keseragaman dihitung berdasarkan jumlah ayam dengan bobot tubuh ± 10% dari bobot rata-rata jumlah populasi.
Misal :
Populasi ayam di kandang sebanyak 1000 ekor
Bobot Timbang umur 32 hari adalah 1,74 kg
Keseragaman
= Bobot timbang rata-rata (±10%)
= 1,74 kg x 10%
= 0,174 gram
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam pedaging adalah target pencapaian yang akan diperoleh dan tentu saja didukung dengan faktor produksi yang baik (lingkungan dan genetik). Setiap usaha yang kita kerjakan memiliki target dan tujuan begitu juga dengan pemeliharaan ayam tipe pedaging. tujuan disini adalah bagaimana ayam dapat mencapai target pertambahan bobot badan sekian pada umur sekian, lalu bagaimana caranya??
Sebagai peternak yang kita perlukan adalah rekording (pencatatan) dan pedoman standar pemeliharaan. Dengan selalu memperhatikan dua hal diatas kita akan tahu apakah ayam yang kita pelihara sukses atau tidak. Kemudian setelah itu barulah kita lakukan evaluasi. Kunci keberhasilan pemeliharaan ayam broiler adalah apabila populasi ayam dalam suatu kandang memiliki tingkat keseragaman yang sama yaitu lebih dari 80% (mencapai standar dari breeder).
Bobot badan telah mencapai standar dapat diketahui dari tingkat keseragamannya (uniformity). Tingkat keseragaman dihitung berdasarkan jumlah ayam dengan bobot tubuh ± 10% dari bobot rata-rata jumlah populasi.
Misal :
Populasi ayam di kandang sebanyak 1000 ekor
Bobot Timbang umur 32 hari adalah 1,74 kg
Keseragaman
= Bobot timbang rata-rata (±10%)
= 1,74 kg x 10%
= 0,174 gram
Keseragaman = 1,74 kg –
0,174
=
1,566 kg
Dari 1000 ekor ayam yang dipelihara ternyata hanya 850 ekor yang bobotnya sudah mencapai target bahkan lebih. Sedangkan sisanya masih dibawah standar. jadi dapat dihitung persentase keseragamannya, sebagai berikut :
= 850 / 1000 x 100 %
= 85 %
Jadi tingkat keseragamannya 85%, menurut Medion (2008) pertumbuhan yang merata menjadi salah satu indikator ayam memiliki
performan produktivitas yang baik. Tingkat keseragaman atau uniformity
yang baik dalam 1 populasi ayam ialah > 85%. Keseragaman yang baik
ini juga menggambarkan tata laksana pemeliharaannya telah diterapkan dengan
bagus.
Hal yang harus dilakukan selanjutnya pada ayam yang belum mencapai target (bobot dibawah rata-rata) dimasukan ke kandang karantina
dan dipisahkan menggunakan sekat kemudian diberi pakan starter untuk memacu
pertumbuhannya.
Semoga bermanfaat...
Daftar Pustaka
Medion. 2008. Konsultasi Pertumbuhan Tidak Merata. http://info.medion.co.id.
Twitter
Saturday, July 11, 2015
Avian Trenggono


