Selamat datang di blog Cara Beternak dan Budidaya, Silahkan cari artikel yang anda butuhkan dengan mengetikan keyword di kotak pencarian
Hasil pencarian
Hasil pencarian
Menganalisa teknik tarung ayam memang susah-susah gampang. Ayam yg kita nilai punya teknik bagus, belum tentu menang di kalangan. Sebenarnya saya belum tahu banyak tentang teknik-teknik tarung ayam tapi mungkin disini bisa berbagi atau Sekedar bertukar pikiran mengenai ayam petarung ini..

cara menilai teknik bertarung ayam bangkok

Biasanya orang sangat suka ayam dgn teknik kunci yg indah. Ayam dgn teknik ini biasanya dianggap sebagai ayam bagus. Tapi kenyataannya, banyak juga ayam dgn type ini yg kalah di pertarungan. Seharusnya kita jangan terjebak dgn hanya melihat dari 'keindahan' teknik semata. Pada prinsipnya, ayam dgn teknik bagus itu adlh ayam yg sulit dipukul. Gaya mengunci (ngalung) memang salah satu yg sulit dipukul. Tapi sebenarnya masih ada teknik lain yg sama-sama sulit dipukul. Misalnya, ayam lari, mendorong, ayam asor rapat ke tanah, ayam dibawah janggut, ayam ngendul dll. Ayam dgn gaya selain teknik ngalung memang kurang indah dilihat. Tapi cukup efektif juga untuk memenangkan pertarungan.

Pada prinsipnya Setiap ayam yg bertarung harus memiliki pertahanan dan penyerangan yg baik. Teknik/gaya tarung ayam itu adalah sebuah pertahanan, yaitu cara ayam laga bertarung agar sulit dipukul musuh. Sementara untuk serangan, adlh pukulan yg akurat dan mematikan.
Untuk meraih kemenangan, maka ayam harus punya pukulan yg baik. Dilain sisi, utk menghindari kekalahan, ayam harus punya teknik yg sulit dipukul. Jadi keduanya harus memiliki keseimbangan antara teknik menyerang dan bertahan. Pertahanan dan serangan keduanya berkontribusi besar dalam menentukan kemenangan.

Kalau kita perhatikan, ayam yg hanya memiliki serangan yg baik (pukulan) tanpa didukung teknik pertahanan menang dgn babak belur (mudah dipukul/diserang). Sementara ayam yg hanya mengandalkan teknik bertahan, sangat sulit utk menang meskipun sulit juga dikalahkan (sulit dipukul, tapi sulit juga memukul).

Jadi kesimpulannya, setiap ayam yg kalah atau seri harus dilihat dan dinilai dulu. Apakah terlalu mudah dipukul (pertahanan kurang baik) atau teknik serangnya yg buruk (pukulan kurang bagus).

Ayam yg terlalu gesit dgn teknik selalu rapat mendorong dan leher nge'lock' tajam, kebanyakan akan 'mati angin' ketika melawan ayam2 type bawah. Ini karena 'lock' yg terlalu tajam disertai dgn dorongan. Kebanyakan akan terlewat leher musuh yg berada dibawahnya. Rata-rata ayam type ini tidak memiliki pukulan depan yg cepat krn ia cenderung ingin masuk. Pukulan depan yg lambat inilah titik kelemahannya (pertahanan terbuka lebar) terutama ketika ayam mulai lelah setelah menginjak ronde ke 3.

Ayam type bawah (ngoyor) juga belum tentu jelek. Ada ayam ngoyor yg rapat ketanah dan selalu 'mendul' jika dipatuk musuh. Akibatnya, pukulan tidak tepat mengena.
 Tarung ayam itu seperti misteri. Artinya tidak ada ayam yg memiliki teknik 100% sempurna. cara terbaik adlh kita sendiri yang menilai untuk membaca teknik musuh ketika memilih lawan tanding. kita harus tahu dulu dimana kelemahan dan kekurangan ayam kita dan musuh seperti apa yg sekiranya bisa dgn mudah taklukan.

Teknik yg bagus itu berguna agar ayam kita tidak kena pukul bertubi2 dan membuat ayam kita lebih banyak kesempatan melancarkan pukulan. Soal pukulnya bagus atau tidak, itu masalah lain.

Banyak orang komentar ngambil gampangnya : "Ayam kalah krn dipukul, buat apa teknik bagus2..??"

Nah... coba dianalisa lagi pernyataan itu. Ayam kalah krn dipukul. Berarti kalau ayam kita dipukulin, bakalan kalah kan..???

Lalu bagaimana supaya tidak dipukulin..??? Ya teknik nya harus bagus.
Jadi, kalau ayam kita kalah, kemungkinan krn teknik pertahanannya kurang sempurna (mudah terpukul) --> faktor sial kita hilangkan.

Kalau ayam kita seri, kemungkinan pukulnya kurang vital, atau krn teknik musuhnya yg sangat baik.

Kalau ayam kita kalah, artinya baik teknik maupun pukulan kalah bagus sama musuhnya. (rawatan, tandingan dan botoh dianggap sama).

Banyak orang salah menilai teknik. Ngalung kiri kanan sudah dibilang teknik bagus. Padahal ya belum tentu.

Teknik bagus itu intinya adlh 'sulit dipukul'. Mau ngalung, masuk sayap, ngendul2, lari2 keliling kalang, dibawah janggut, semua ini teknik bagus. Semua sulit dipukul.

Dikutip dari : Ary aditya@PAPAJI

Serama merupakan mahluk hasil kreatifitas Wee Yean Een seorang “penghulu ayam” dari Negeri Jiran. Pada tahun 1971 ia menyilangkan ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam.

Ayam kapan ia pilih lantaran memiliki sayap menjuntai lurus ke bawah. Sedangkan Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap, leher panjang dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean Een menyilangkan keturunan pertama hasil perkawina antar ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil.

Wee Yean Een nampaknya masih tidak puas dengan hasil persilangan tersebut. Penghulu ayam itu lalu menjodohkan keturunan ke dua tersebut dengan kate jepang. Ayam ini punya warna bulu indah serta bentuk ekor berdiri tegak. Pada tahun 1988 mak comblang ayam itu akhirnya berhasil mencetak ayam kate dengan bobot kurang dari 500 gr.
Wee Yean Een lantas memberi nama “Serama” kepada ayam berbadan mikro itu. Julukan tersebut ia berikan lantaran ayam hasil kreasinya itu memiliki gaya dan penampilan gagah layaknya Sri Rama tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana. Lidah Wee Yean Een menyebut Sri Rama berubah menjadi berlafal serama.

Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI) Penemu Ayam Serama adalah Wee Yean Een Berasal dari Negeri Jiran Malaysia Pada tahun 1971.

Ayam serama memiliki perawakan kerdil, unggas ini pantang minder. Ia senang bergaya petantang-petenteng dan tak ragu berkokok lantang. Serama diklaim sebagai ras ayam terkecil di dunia.
Anggapan bahwa kate adalah jenis ayam terkecil nampaknya sudah kedaluarsa dan tak berlaku lagi. Sekarang ada serama. Ras ayam terkecil di dunia. Kian mungil ukuran badannya semakin bagus kualitasnya. Bobot serama tak lebih dari 500 gram. Ukuran badannya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa.
Meski berbadan cebol, ia bukan ayam murahan. Serama berkualitas bisa diboyong jika Anda sanggup meminangnya dengan uang sebesar Rp 1 juta – Rp 40 juta tergantung kualitas. Mutu serama ditentukan oleh bobot badan yang ringan, bentuk leher menyerupai huruf S, kepala tertarik jauh kearah belakang, Sayap menjuntai tegak lurus ke bawah, dan ekor pedang panjang serta berdiri tegak. Ciri fisik seperti itu membuat ayam serama berpenampilan tegap menyerupai prajurit.

http://id.onjou.web.id/2010/10/sejarah-ayam-serama.html

Cara mengawinkan serama tidak sulit walau kadang ada sedikit kendala. Ayam super mini ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan tapi bukan berarti tidak dapat diternakkan. Ukuran kakinya yang pendek menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses perkawinan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.

Hal tersebut dapat kita atasi dengan cara membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, pasangan serama ini harus benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap kawin pada berusia minimal 5 – 6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4 hingga 5 bulan.

Beberapa peternak ada juga yang menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang sekitar 2 – 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan peluang keberhasilan dapat diperbesar.

Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi tinggi. Ia tak gentar dan tak segan-segan mengawini ayam berbadan lebih gede. Serama mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 – 8 kali dalam satu hari.

Dalam eksperimen ini kami menggunakan 1 pejantan dan 3 induk betina. Jika kita perhatikan, ayam serama meskipun kecil cukup besar produktivitasnya dalam bertelur. 1 ekor induk betina bisa bertelur 12 sampai 15 butir baru mulai mengeram. Namun sayangnya dalam bertelur, ayam serama ini tidak tiap hari bertelur, kadang selang 1 hari atau 2 hari baru nelur lagi. Inilah salah satu sebab mengapa telur ayam serama sangat rendah daya tetasnya jika ditetaskan secara alami. Selain itu, karena badan induknya terlalu kecil maka dalam mengerami telurnya kurang sempurna sehingga daya tetas telurnya rendah.

Dikutip dari : http://seramalamongan.blogspot.com/2012/09/tips-cara-mengawinkan-ayam-serama.html

Contact Person

AVIAN JAYA FARM
Nama        : AVIAN TRENGGONO
Alamat      : Jl. Sukaraya-sukatani, Bekasi
Email         : aviantrenggono@yahoo.com
Hp              : 082137612234
Facebook : Avian Trenggono
Twitter      : Avian_trg
Website      : ternakapaaja.blogspot.co.id

VISITORS

Flag Counter