Selamat datang di blog Cara Beternak dan Budidaya, Silahkan cari artikel yang anda butuhkan dengan mengetikan keyword di kotak pencarian
Hasil pencarian
Hasil pencarian
pengalaman beternak ayam
Mesin tetas sederhana
Setelah beberapa waktu tidak menulis blog lagi berhubung banyaknya pekerjaan yang sedang saya jalani dan sibuk mengerjakan tugas kuliah. Kali ini saya akan flashback ke masa lalu tentang apa saja pengalaman yang pernah saya alami dalam bidang beternak ayam kampung. tujuan tulisan ini hanya untuk berbagi pada anda yang ingin memulai usaha dibidang peternakan khususnya ayam kampung.

Mengapa ayam kampung??



Alasan yang mengapa ayam kampung berpotensi untuk dibudidayakan adalah karena:

1. ayam kampung mudah dipelihara
2. harga jual lebih tinggi dari ayam ras pedaging maupun ayam ras petelur afkir
3. tidak membutuhkan modal yang besar
4. dapat di ternakan dalam lokasi/lahan sempit
5. lebih tahan terhadap serangan penyakit.
6. prospek usaha yang menjanjikan
7. dan hal yang utama adalah daging ayam kampung yang mempunyai rasa dan tekstur yang khas

ini pengalaman saya saat memulai terjun di bidang perayaman. pada waktu itu saat saya masih duduk di kelas 2 SMA mencoba fokus untuk beternak ayam seusai pulang sekolah. sebelumnya kesukaan saya beternak ayam kampung ini karena awalnya ibu saya yang memelihara beberapa induk ayam dan seekor ayam pejantan.

indukan ayam tersebut dipelihara hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan saat lebaran dan sebagai bahan hidangan makanan ketika ada keluarga yang berkunjung kerumah, pakan yang diberikan pun hanya sekedar nasi sisa lauk-pauk keluarga saya dan terkadang mengais-ngais pakan di lingkungan rumah karena ayam saya ini dipelihara dengan cara ekstensif (diumbar/dilepaskan dialam). saat sore ayam pulang kerumah masuk ke kandang untuk tidur dan pagi harinya ibu saya membuka pintu kandang dan berkeliaran lah mereka mencari makan.

kandang yang digunakan pun hanya memanfaatkan ruang kosong yang letaknya di sudut rumah sekaligus dipakai sebagai gudang. kandang ayam dari bambu saya buat yang tujuannya agar ayam tersebut nyaman. terkadang ayam tidur didalam karung karena dahulu belum tersedia kandang. sampai kira-kira ayam saya saat itu berjumlah kurang lebih 80 ekor selama 1 tahun dari beberapa indukan yang ibu saya punya. tujuan saya memelihara ayam hanya sekedar memanfaatkan makanan sisa keluarga yang terbuang percuma dan tidak berniat untuk menjualnya dan memenuhi konsumsi protein hewani keluarga saya.

beternak ayam kampung memang mudah seperti beberapa alasan yang sudah saya paparkan di atas. sampai pada akhirnya saya lulus sekolah dan melanjutkan sekolah di fakultas peternakan di salah satu universitas di jawa tengah. disana baru terfikir poin nomor 2 dan 6 yaitu harga jual yang lebih tinggi dibanding ayam ras dan prospek kedepan yang bagus.

di beberapa daerah di indonesia masih kekurangan stok ayam kampung terutama saat hari raya tiba, pemenuhan kebutuhan terhadap ayam kampung hanya dari peternak-peternak rumahan skala kecil (1-10 ekor). saya rasa mengapa tidak kita pelihara ayam kampung dalam jumlah besar dan tentu saja keuntungan yang diperoleh juga akan besar. hal ini juga diimbangi oleh ketersediaan limbah pertanian yang melimpah sehingga tidak sulit untuk memulai usaha peternakan ayam kampung.

sekian pengalaman saya semoga menjadi acuan dan motifasi berwirausaha di bidang ternak unggas.
Manajemen beternak ayam buras
Mengelola sebuah peternakan memang tidak begitu sulit namun membutuhkan ketelitian, disiplin dan kasih sayang layaknya mengurus anak sendiri. Pemeliharaan yang saya maksud adalah bagaimana caranya mengelola sebuah peternakan yang berbasis modern. Bukan sekedar hanya punya ayam terus ayam itu dikandangkan ketika sore hari kemudian dikeluarkan dari kandangnya ketika pagi hari untuk mencari makan sendiri di alam, dan istilahnya kita kuras apa yang dimiliki ayam tersebut untuk kebutuhan kehidupan manusia baik telur maupun dagingnya saja.

Ya,, ternak yang kita pelihara memang diternakan untuk kita ambil manfaatnya seperti mesin hidup yang berproduksi telur, daging dan susu. Nah disini akan saya berikan ulasan tentang bagaimana cara mengelola peternakan khususnya ternak ayam kampung/buras.  

Tentang cara mengelola (manajemen) pemeliharaan ayam kampung/buras untuk peternak skala populasi menengah (1.000-20.000 ekor). Untuk mengetahui perbedaan antara ayam kampung dan ayam buras pada postingan sebelumnya telah saya terbitkan mengenai perbedaan Ayam kampung asli, ayam buras dan ayam jawa super. 

Untuk mengatahui proses manajemen peternakan ayam kampung/buras ini secara detile akan saya telaah membahas satu persatu pokok masalahnya sebagai berikut :  

-  Pemeliharaan ayam kampung tradisional 
Prospek perkembangan ayam buras diindonesia 
-  Pemilihan bibit (indukan) ayam buras yang baik 
-  Tips memilih DOC ayam buras 
-  Manajemen pemeliharaan ayam buras starter (periode awal) 
-  Manajemen pemeliharaan ayam buras grower (periode pertumbuhan) 
-  Manajemaen pemeliharaan ayam buras finisher (pedaging) 
-  Manajemen pemeliharaan ayam buras layer (petelur) 
Pengaruh lingkungan terhadap ternak ayam 
-  Cara mengafkir  ayam 
-  Pemasaran ayam buras 
-  Pascapanen hasil akhir pemeliharaan ayam buras. 

Hal-hal diatas adalah yang harus kita pelajari sebelum memelihara ayam kampung dengan skala menengah ke atas karena cara pemeliharaan dengan sistem tradisional tidak akan berlaku untuk memelihara ayam ribuan ekor. 

Semoga tulisan saya ini sedikit banyaknya dapat bermanfaat untuk kita semua.

 


 

Contact Person

AVIAN JAYA FARM
Nama        : AVIAN TRENGGONO
Alamat      : Jl. Sukaraya-sukatani, Bekasi
Email         : aviantrenggono@yahoo.com
Hp              : 082137612234
Facebook : Avian Trenggono
Twitter      : Avian_trg
Website      : ternakapaaja.blogspot.co.id

VISITORS

Flag Counter