Selamat datang di blog Cara Beternak dan Budidaya, Silahkan cari artikel yang anda butuhkan dengan mengetikan keyword di kotak pencarian
Dalam usaha ayam broiler diperlukan pengetahuan tentang manajemen pemeliharaan, disamping itu peternak juga perlu mengetahui apa saja rumus perhitungan guna mengetahui sejauh mana usaha yang dijalankan menguntukan atau tidak.
Berikut ini rumus lengkap perhitungan usaha ayam broiler pedaging :

- Rumus deplesi = jumlah ayam mati / jumlah ayam awal x 100%
- Daya Hidup = 100% - Deplesi
- Konsumsi pakan = pakan yang diberikan - (sisa pakan + pakan tercecer) / sisa ayam
- Konsumsi pakan harian = konsumsi pakan per ekor / lama pemeliharaan
- Konfersi pakan (FCR) = jumlah pakan yang dikonsumsi / bobot badan yang dihasilkan
- Indeks produksi (IP) = ( Bobot badan x daya hidup ) / (Umur ayam x FCR)
- Penyusutan = ( nilai baru - nilai sisa ) / daya tahan
- Bunga modal = (nilai baru + nilai sisa ) / (2/12) x suku bunga bank
- Revenue per cost (R/C) = Penerimaan / total biaya
- Rentabilitas = pendapatan bersih / modal x 100%
- Keuntungan = penerimaan - total biaya
- Break event point (BEP) Rupiah = Total biaya / total produk
Break event point (BEP) Produk = Total biaya / harga jual


itulah rumus lengkap perhitungan usaha ternak ayam broiler, semoga bermanfaat.
Kebutuhan energi yang berasal dari minyak bumi, batubara, ataupun gas makin lama makin menipis. Hal tersebut pernah diungkapkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Iskandar dalam talk show indonesia Menuju Energi Hijau di Auditorium BPPT, Jakarta, tahun lalu. “Energy Security Indonesia tidak aman, hal tersebut terbukti cadangan energi kita misalnya batubara, minyak dan gas yang akan habis dalam beberapa tahun lagi”, ucap Marzan waktu di Diungkapkannya, cadangan batubara dimiliki Indonesia saat ini mencapai 21 miliar ton, namun dengan produksi batubara pertahunnya mencapai 353 miliar ton, artinya cadangan batubara yang dimiliki indonesia akan gabis dalam waktu 59,8 tahun lagi.

“sama halnya dengan gas, cadangan gas yang dimiliki Indonesia 104,72 TSCF (triliun kaki kubik feed), sementara produksi pertahun  mencapai 3,4 juta MMSCF. Artinya cadangan yang dimiliki Indonesia akan habis dalam 30,8 tahun lagi.” ungkapnya. Bahkan untuk minyak bumi indonesia, cadangan yang dimiliki saat ini akan habis dalam waktu 12,8 tahun lagi. “minyak kita Cuma tinggal 4,2 miliar barel dan akan habis dalam 12,8 tahun lagi. ini artinya ketahanan energi Indonesia saat ini belum aman,” kata Marzan.

Untuk itu sudah saatnya dari sekarang ini Indoonesia memfokuskan diri untuk membangun potensi sumber energi yang lebih aman dalam jangka panjang dan terbarukan.  Kalau diperhatikan secara bijaksana dari sudut pandang peternakan ada alternatif energi yang dapat diperbaharui sekaligus ramah lingkungan, “energi biru” dari belakang rumahku, yaitu energi biogas yang berasal dari kotoran ternak.

“apa yang dimaksud dengan biogas ?”. biogas adalah gas yang mudah terbakar (metan) yang dihasilkan oleh bakteri metanogenik yang terjadi pada material yang dapat terurai (organik) scara alami dalam kondisi anaerob (tidak memerlukan oksigen). Metan adalah gas yang hampir tidak berbau dan tidak berwarna, 20 % lebih ringan dibandingkan udara. Gas ini terbakar dengan nyala api berwarna biru cerah dan tidak berasap. Metan menghasilkan lebih banyak panas (suhu pembakaran kurang lebih 650 ° - 750° C) dibandingkan dengan minyak tanah, kayu bakar, arang, dan bahan bakar tradisional lainnya.

Sebagai gambaran satu kilogram kotoran menghasilkan kurang lebih 37 liter biogas dengan masa retensi kotoran bingga 50 hari. Bisa menggunakan kotoran ternak/kotoran babi/ bahan organik sebagai bahan pengisi membutuhkan minimal 3 ekor sapi (20 – 30 kg kotoran) dengan perbandingan jumlah kotoran dan air adalah 1:1. Efisiensi penyimpanan volume gas hingga 60%, jumlah gas yang cukup untuk memasak dan penerangan. Untuk menganalisanya mari kita hitung bersama biogas yang berasal dari kotoran sapi. Sapi dewasa rata-rata menghasilkan kotoran 15 s/d 25 kg perhari tergantung dari jenis sapinya, diambil nilai tengahnya saja jadi sekitar 20 kg perhari. Potensi biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi per kg nya adalah 0,023 – 0,04 m³. Jadi setiap 20 kg kotoran sapi mengahasikan biogas sekitar : 20 X (0,023 – 0,04 m³) = (0,460 – 0,8 m³), kalau kita perkirakan sekitar 0,6 m³ dihasilkan dari satu ekor sapi dewasa. Dari 2 ekor sapi dewasa diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 1,2 m³ setara dengan 1 meter³.

      Jadi cukup dengan memelihara sapi 2 ekor saha sudah cukup mendapatkan energi biogas yang berasal dari kotoran sapi tersebut.
       
       Kentungan yang didapat dari penggunaan biogas :
       1. Dapat mengurangi pencemaran lingkungan seperti pencemaran udara, tanah, dan air.
       2. Tersedianya energi untuk memasak dan penerangan.
       3. Hemat waktu untuk memasak, membersihkan, dan mengumpulkan kayu (2 jam/har/keluarga).
       4. Berkurangnya penggunaan bahan bakar kayu (2 ton/hari/ keluarga). 
       5. Pengurangan polusi udara di dalam rumah sehingga dapat meningkatkan kualitas kondisi 
           kesehatan. Dan bisa digunakan sebagai generator listik (genset), bahan bakar, dan mesin 
           pendingin.

Selain itu didapatkan juga keuntungan lainnya adalah : penyediaan pupuk organik berkualitas tinggi, juga dapat digunakan sebagai pestisida; pengurangan emisi, gas emisi rumah kaca; peluang peningkatan pendapatan untuk bisnis lokal; penciptaan lapangan kerja lokal. Pupuk organik berasal dari Slurry, yang dimaksud Slurry adalah residu / ampas yang keluar lewat over flow setelah mengalami fermentasi, sehingga slurry yang keluar sudah tidak mengandung metan. Disebut juga manure/pupuk dan dapat dipergunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan produksi tanaman. Berikut ini sedikit mengenai “energy biru” dari belakang rumahku, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita bersama.

Pada setiap peternakan hal  utama yang perlu diperhatikan adalah mengenai tatalaksana kesehatan ternak, dimana hal inilah yang akan menentukan keberhasilan ternak untuk dapat berproduksi dengan optimal. Berikut adalah aspek manajemen kesehatan ternak. 

Biosecurity
Biosecurity merupakan serangkaian tindakan yang didesain untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit ke dalam atau dari sebuah peternakan ke luar. Pada prinsipnya menjauhkan ternak dari agen penyebap penyakit dan menjauhkan agen penyebab penyakit dari ternak.
1). Isolasi atau pemisahan
Isolasi merupakan suatu kegiatan menciptakan lingkungan dimana ayam terlindung dari agen penyebab penyakit. Sarana isolasi yang ada di perusahaan ini meliputi pagar keliling, pintu gerbang utama (one way sistem), jarak minimal dengan peternakan atau farm lain 1 km dan terdapat fasilitas sanitasi untuk orang, kendaraan, peralatan dan barang yang memadai.
2). Pengendalian Vektor
Pengendalian vector merupakan tindakan menjauahkan vector atau agen pembawa penyakit dari ternak sehingga terhindar dari penyebaran penyakit. Adapun yang termasuk vektor seperti tikus, burung liar, franky, lalat, mimik, serangga dan hewan liar lainnya. Pemasangan jebakan tikus, jebakan lalat dan mimik dilakukan setiap hari atau sesuai dengan kebutuhan. Penyemprotan dengan bestacid  atau insektisida dilakukan sesuai kebutuhan apabila terlihat banyak terdapat lalat atau serangga lainnya. Sedangkan untuk burung liar dan hewan liar diusahakan agar tidak berada di sekitar kandang.
3). Pengendalian lalu lintas
Pengandalian lalu lintas meliputi lalu lintas tamu atau karyawan, lalu lintas barang atau perlengkapan dan lalu lintas kendaraan. Semua kegiatan lalu lintas harus sesuai dengan program sanitasi yang telah ditetapkan.
4). Sanitasi
Sanitasi merupakan program kegiatan membersihkan atau mendesinfektasi di suatu kawasan peternakan atau farm yang meliputi pembersihan dan desinfeksi secara teratur pada kandang, peralatan kandang, semua barang, kendaraan, ruang dan lingkungan sekitar peternakan termasuk semua orang yang berada di area kandang.

Sanitasi
Sanitasi meliputi sanitasi terhadap karyawan atau pengunjung, sanitasi terhadap kendaraan pengunjung dan perusaaan, sanitasi terhadap ternak, sanitasi peralatan atau barang dan sanitasi lingkungan kandang.

Adapun penjelasan dari proses sanitasi sebagai berikut:
1). Proses sanitasi karyawan atau pengunjung yang akan masuk pada farm meliputi:
a.       Semua karyawan atau pengunjung yang masuk ke dalam area peternakan bersih-1 harus melalui ruang foot dipping.
b.      Semua karyawan atau pengunjung harus melalui shower pertama. Di shower pertama semua pakaian dari luar termasuk pakaian dalam dan alas kaki dari luar ditanggalkan. Masuk melalui lorong spray. Mandi dengan menggunakan shampoo dan sabun ke seluruh tubuh hingga bersih. Memakai pakaian area bersih-2 (intermediet) dan sandal yang telah disediakan.
c.       Semua karyawan dan pengunjung harus melalui shower kedua. Di shower kedua semua pakaian dan sandal dari shower pertama ditanggalkan, kemudian menyelam di bak dipping (body dipping) selanjutnya mandi dan keramas menggunakan sabun dan shampoo sampai benar-benar berbusa. Bersihkan semua bagian tubuh, terutama tangan, kaki, kepala dan rambut termasuk lubang hidung dan telinga, kemudian bilas sampai bersih. Memakai pakaian area bersih-3 dan sandal yang telah disediakan.
d.      Semua karyawan dan pengunjung sebelum masuk kandang wajib mengganti sepatu boot yang khusus digunakan di dalam kandang, mencuci tangan dengan sabun serta tangan disemprot dengan alkohol, setelah itu melakukan foot dipping pada bak dipping di depan pintu kandang.

2). Sanitasi kendaraan, peralatan dan barang
a.       Semua kendaraan yang masuk area bersih-1 farm, “ban”nya harus dispray dengan larutan desinfektant di pintu gerbang pertama.
b.      Semua kendaraan dari luar farm bisa parkir di area bersih-1, tidak diperbolehkan masuk ke area bersih-2 dan 3.
c.       Semua kendaraan yang dipakai di farm harus melalui car-dipp untuk dipping ban dan spray larutan desinfectan sebelum masuk ke area bersih-2, dan diualangi lagi prosedur yang sama apabila akan masuk pada area bersih-3.
d.      Semua peralatan dan barang dari luar yang akan dimasukkan ke area bersih -2 seperti nest box, tempat pakan, tempat minum, ember payung dan sebagainya harus didipping. Barang yang tidak bisa didipping seperti laptop, handphone dan kacamata bisa di fumigasi.

3). Sanitasi terhadap ternak sendiri, meliputi:
a.       Pengambilan bangkai dilakukan setiap hari
b.      Pengontrolan (pengeluaran) ayam non aktif dan ayam sakit dilakukan setiap hari
c.       Pembuangan bangkai ayam yang mati di disposel dilakukan setiap hari.

4). Sanitasi pakan ternak, meliputi:
a.       Sistem yang digunakan adalah First in first out atau pakan langsung masuk dan langsung keluar.
b.      Lama simpan maksimal 2 bulan dalam gudang pakan kandang.
c.       Pakan ditaruh diatas balok kayu yang berongga dengan tujuan menjaga kelembapan.
d.      Gudang pakan dilengkapi dengan blower untuk sirkulasi udara.
e.       Dilakukan fumigasi dengan bahan kimia PK dan larutan Formalin. 

5). Sanitasi di dalam kandang meliputi:
a.       Pembersihan area dalam kandang khususnya nest, sekat pembatas pen, lampu, blower dan dinding kandang  dari debu yang menempel minimal 2 kali dalam seminggu.
b.      Pembersihan bel drinker setiap hari dan pengecekan kebocoran bel dringker. Apabila terjadi kebocoran segera diberikan kapur pada area yang tergenang air atau basah akibat kebocoran tersebut.
c.       Pembersihan tower atau tandon air minimal 2 minggu sekali.
d.      Mengeluarkan ayam yang mati  dengan segera.

6). Sanitasi lingkungan kandang, meliputi:
a). Karyawan kandang bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan kandang masing-masing.
b). Penyemprotan penangkap kabut (in let) dilakukan dua minggu sekali atau sesuai kebutuhan. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan air bersih yang dicampur dengan tek-trol.
c). Penyemprotan lingkungan dilakukan satu bulan sekali dengan menggunakan air bersih dicampur dengan BM solution 4 cc/liter air dan Formalin 5%.
d). Pemotongan rumput di sekitar lingkungan kandang dan pembersihan parit secara berkala.
e). Pencegahan terhadap masuknya hewan liar karena dapat menularkan penyakit.

Sasaran utama bagi sanitasi lingkungan meliputi seluruh kandang dan segala peralatannya seperti gudang pakan dan gudang telur, parit yang ada disekitar kandang dan gudang. Setelah kandang dikosongkan harus segera dicuci dan didesinfektan. Untuk melakukan desinfeksi ini perlu mengenal macam-macam desinfeksi, sifat, dosis dan cara penggunaannya agar pelaksanaannya efektif dan efisien (Fadilah, 2007).

Vaksinasi
Vaksinasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memasukkan vaksin atau antigen secara sengaja dalam tubuh ternak dengan berbagai cara atau prosedur aplikasi untuk merangsang sistem kekebalan dan menghasilkan antibodi terhadap  penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri atau protozoa tertentu. Vaksin merupakan virus, bakteri atau protozoa yang sudah dilemahkan atau dikurangi patogenisitanya.
Vaksin dibedakan menjadi dua jenis yaitu vaksin live (aktif) dan vaksin killed (mati). Vaksin jenis aktif (live) merupakan vaksin yang masih dalam keadaan bubuk sehingga harus diencerkan. Bahan pengencer vaksin yaitu larutan dapar atau dengan nama dagangnya diluents steril. Aplikasi untuk jenis vaksin ini dengan cara tetes mata atau tetes mulut. Saat vaksinasi harus hati-hati agar vaksinnya tidak menetes jatuh ke litter. Vaksin jenis killed atau vaksin in active merupakan vaksin yang   sudah dalam bentuk cair, sehingga langsung diaplikasikan ke ternak ayam. Penanganan ternak ayam sebelum dan sesudah vaksinasi yaitu pemberian multivitamin melalui air minum untuk mencegah stress yang timbul akibat vaksinasi.

Pemeliharaan ayam pedaging bertujuan untuk menghasilkan daging. ayam broiler mengkonsumsi pakan untuk di konversikan menjadi daging atau dalam kata lain ayam pedaging adalah pabrik daging. Sebenarnya apa saja yang menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan ayam pedaging. kunci keberhasilan dalam pemeliharaan ini adalah manajemen peternakan yang baik (good farming praktis), dimana seorang peternak mengetahui kondisi apa yang dibutuhkan ayam sehingga ayam menjadi nyaman, sehat dan berproduksi optimal.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam pedaging adalah target pencapaian yang akan diperoleh dan tentu saja didukung dengan faktor produksi yang baik (lingkungan dan genetik). Setiap usaha yang kita kerjakan memiliki target dan tujuan begitu juga dengan pemeliharaan ayam tipe pedaging. tujuan disini adalah bagaimana ayam dapat mencapai target pertambahan bobot badan sekian pada umur sekian, lalu bagaimana caranya??

Sebagai peternak yang kita perlukan adalah rekording (pencatatan) dan pedoman standar pemeliharaan. Dengan selalu memperhatikan dua hal diatas kita akan tahu apakah ayam yang kita pelihara sukses atau tidak. Kemudian setelah itu barulah kita lakukan evaluasi. Kunci keberhasilan pemeliharaan ayam broiler adalah apabila populasi ayam dalam suatu kandang memiliki tingkat keseragaman yang sama yaitu lebih dari 80% (mencapai standar dari breeder).

Bobot badan telah mencapai standar dapat diketahui dari tingkat keseragamannya (uniformity). Tingkat keseragaman dihitung berdasarkan jumlah ayam dengan bobot tubuh ± 10% dari bobot rata-rata jumlah populasi. 

Misal :
Populasi ayam di kandang sebanyak 1000 ekor
Bobot Timbang umur 32 hari adalah 1,74 kg

Keseragaman
= Bobot timbang rata-rata (±10%) 
= 1,74 kg x 10% 
= 0,174 gram

Keseragaman   = 1,74 kg – 0,174
                         = 1,566 kg

Dari 1000 ekor ayam yang dipelihara ternyata hanya 850 ekor yang bobotnya sudah mencapai target bahkan lebih. Sedangkan sisanya masih dibawah standar. jadi dapat dihitung persentase keseragamannya, sebagai berikut :
= 850 / 1000 x 100 %
= 85 %

Jadi tingkat keseragamannya 85%, menurut Medion (2008) pertumbuhan yang merata menjadi salah satu indikator ayam memiliki performan produktivitas yang baik. Tingkat keseragaman atau uniformity yang baik dalam 1 populasi ayam ialah > 85%. Keseragaman yang baik ini juga menggambarkan tata laksana pemeliharaannya telah diterapkan dengan bagus.



Hal yang harus dilakukan selanjutnya pada ayam yang belum mencapai target (bobot dibawah rata-rata) dimasukan ke kandang karantina dan dipisahkan menggunakan sekat kemudian diberi pakan starter untuk memacu pertumbuhannya.

Semoga bermanfaat... 

Daftar Pustaka
Medion. 2008. Konsultasi Pertumbuhan Tidak Merata. http://info.medion.co.id.
inseminasi buatan dan reproduksi sapi perah
Manajemen pemeliharaan sapi perah perlu di laksanakan dengan baik, terprogram dan terencana. Manajemen pemeliharaan secara umum meliputi manajemen pakan, perkandangan, pemerahan dan reproduksi. Dalam hal ini manajemen reproduksi adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Pelaksanaan manajemen reproduksi sapi perah di tujukan supaya aspek produksi dapat berjalan dengan efisien.

Pemeliharaan sapi perah akam membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan poduksi yang maksimal. Mulai dari pedet sampai dewasa dan melahirkan pertama  pada umur kurang lebih 26 – 30 bulan. Semakin cepat beranak tentunya akan semakin baik, karena sapi akan berproduksi ketika ia sudah beranak. Nah waktu beranak pertama dan kedua serta seterusnya perlu direncanakan.

Faktor yang paling utama dalam reproduksi sapi perah ini yaitu jarak beranak (calving interval, day open (DO), dan service per conseption (S/C).


Jarak Beranak (Calving Interval)

Calving inerval adalah dimana seekor induk sapi perah dapat beranak (menghasilkan pedet) dalam jangka waktu yang pendek. Semaikin cepat menghasilkan pedet maka semakin tinggi pula nilai efisiensi pemeliharaan karena dapat menghasilkan susu untuk dijual dan populasi akan bertambah. Jarak waktu beranak (CI) yang ideal adalah 12 bulan, yaitu 9 bulan bunting dan 3 bulan menyusui. Efisiensi reproduksi dikatakan baik apabila seekor induk sapi dapat menghasilkan satu pedet dalam satu tahun (Ball and Peters, 2004).

Pada umumnya di peternakan rakyat kurang lebih 13 -  15 bulan karena hal ini menyangkut beberapa faktor yaitu S/C yang tinggi dan pengaruh pakan (Moran, 2005).  Rataan Jarak beranak sapi perah yang baik yaitu 377 hari (Iskandar dan Farizal, 2011). Jadi panjangnya  jarak beranak ini terletak faktor  S/C dan pakan sehingga solusi yang harus di tempuh peternak adalah dengan perbaikan kualitas pakan.


Day Open (Masa Kosong)

Day open adalah dimana lamanya waktu kosong setelah sapi beranak sampai dikawinkan kembali akibat keterlambatan birahi. Pirlo et al., (2000) menyatakan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan penundaan umur kawin pertama adalah birahi yang terlambat, kesalahan dalam deteksi birahi, kurangnya bobot badan, dan faktor lingkungan.

Menurut Stevenson (2001); Izquierdo, et al. (2008) dan Ali.,et al. (2000) bahwa DO untuk sapi perah betina normalnya adalah 40-60 hari atau 85-115 hari dan tidak ada masa kosong yang kurang dari 30 hari. Sedangkan pada umumnya di peternakan rakyat bisa lebih dari 85 hari yang akan berpengaruh kepada calving interval.

Jadi solusi yang harus dilakukan adalah dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi pakan agar bobot tubuh  saat dikawinkan sesuai standar dan merencanakan perkawinan (umur ketika akan dikawinkan, umur kebuntingan dan umur beranak), deteksi birahi yang tepat , faktor lingkungan (kebersihan dan iklim) serta perlakuan perawatan (tretment) sapi yang baru melahirkan, karena Sapi yang baru melahirkan akan terjadi infeksi pada alat reproduksinya yaitu infolusi uterus akibat dari kontraksi dinding uterus untuk mendorong pedet keluar. Proses perawatan dilakukan minimal 60 hari kemudian barulah dikawinkan kembali.


Service per conseption

Service per conception merupakan perbandingan berapa kali perlakuan pelaksanaan perkawinan sampai terjadi kebuntingan. Nilai S/C ini sangat dipengaruhi oleh fktor manusia terutama pada proses perkawinan buatan (inseminasi buatan).  Seperti  pernyataan Johnson, Weitze and Maxwell, (2006) bahwa tingginya nilai S/C diantaranya adalah petugas inseminator . Jainudeen dan Hafez (2008) yang menyatakan bahwa nilai S/C yang normal adalah 1,6-2,0.

Jadi solusi yang harus dilakukan peternak adalah dengan cara peningkatan ketrampilan inseminator melalui pelatihan-pelatihan inseminator balai besar inseminasi buatan Singosari dan BBIB lembang, dan perlu memperhatikan kesehatan induk serta  kualitas semen yang digunakan.


Artikel ini bersumber dari pustaka pada jurnal kemudian saya kembangkan lagi, apabila ingin menyalin tulisan ini maka sertakan sumbernya www.ternakapaaja.blogspot.com dan daftar putaka berikut :


Ball, P.J.H and Peters, A.R. 2004. Reproduction In Cattle. Third Edition. Blackwell Publishing.Victoria. Australia. De Vries, A. 2006. Determinants of the cost of days open in dairy cattle. Department of Animal Sciences. University of Florida. Gainesville 32611. USA.
Iskandar dan Farizal. 2011. Prestasi Reproduksi Sapi Persilangan yang Dipelihara di Dataran  Rendah dan Dataran Tinggi Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 13 (1): 25-28.
Izquierdo, C.A., Campos, V.M.X., Lang,C.G.R., Oaxaca, J.A.S., Suares, S.C., Jimenez, C.A.C., Jimenez, M.S.C., Betancurt, S.D.P., and Liera, J.E.G. 2008. Effect of the Offsprings Sex on Open Days in Dairy Cattle. Journal Animal Veteriner. 7 (10): 1329-1331.
 Jainudeen, M.R. and Hafez, E.S.E. 2008. Cattle And Buffalo dalam Reproduction In Farm Animals. 7th Edition. Edited by Hafez E. S. E. Lippincott Williams & Wilkins. Maryland. USA.
Johnson, L. A., Weitze, K. F., Fiser, P and Maxwell, W. M. C. 2006. Storage Of Boar Semen. Animal Reproduction Science. 62 (2000): 143–172.
Moran, J. 2005. Tropical Dairy Farming. Feeding Management for Small Holder Dairy Farmers
in Humid Tropics. Lanandlinks Press. Collingwood VIC. Australia.
Pirlo, G., Milflior, F. And Speroni, M. 2000. Effect of Age at First Calving on Production Traits and Difference Between Milk Yield and Returns and Rearing Cost in
Italian Holsteins. Journal Dairy Science. 83 (3): 603-608.
Stevenson, J.S. 2001. Reproductive Management of Dairy Cows inhigh Milk-Producing Herds. Journal Dairy Science. 84 (3): 128-143.): 19- 29.

Setiap usaha perdagangan jual beli pasti kita akan menemui masalah hitung-menghitung. Hitungan tersebut ditujukan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang kita peroleh selama berwirausaha (berapa besar biaya yang kita keluarkan dan berapa besar keuntungan yang kita dapatkan). Apa saja yang perlu diperhitungkan simak ulasannya.

Pengertian biaya
Biaya adalah sejumlah nilai uang yang dikeluarkan oleh produsen atau pengusaha untuk membiayai kegiatan produksi (Supardi, 2000). Biaya dapat diklasifikasikan menjadi biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Klasifikasi biaya dalam perusahaan dibedakan menjadi dua yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang secara tetap dibayar atau dikeluarkan oleh produsen atau pengusaha dan besarnya tidak dipengaruhi oleh tingat output. Yang termasuk kategori biaya tetap adalah sewa tanah bagi produsen yang tidak memiliki tanah sendiri, sewa gudang, sewa gedung, biaya penyusutan alat, sewa kantor, gaji pegawai atau karyawan (Supardi, 2000).

Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha sebagai akibat penggunaan  faktor produksi yang bersifat variabel, sehingga biaya ini besarnya berubah-ubah dengan perubahnya jumlah barang yang dihasilkan dalam jangka pendek. Yang termasuk biaya variabel adalah biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku (Gasperz, 1999).

Biaya Total
Biaya total merupakan keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan, yaitu merupakan penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel (Gasperz, 1999) dapat ditulis sebagai berikut :

TC = TFC + TVC
Keterangan :
TC = biaya total
TFC = total biaya tetap
TVC = total biaya variabel

Penerimaan
Penerimaan adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual dan biasanya produksi berhubungan negatif dengan harga, artinya harga akan turun ketika produksi berlebihan (Soekartawi, 1995). Secara metematis dapat ditulis sebagai berikut :

TR = Q x P
Keterangan :
TR = penerimaan total
Q = jumlah produk yang dihasilkan
P = harga produk


Semakin banyak jumlah produk yang dihasilkan maupun semakin tinggi harga per unit produksi yang bersangkutan, maka penerimaan total yang diterima produsen akan semakin besar. Sebaliknya jika produk yang dihasilkan sedikit dan harganya rendah maka penerimaan total yang diterima produsen semakin kecil (Soejarmanto dan Riswan, 1994).
pengalaman beternak ayam
Mesin tetas sederhana
Setelah beberapa waktu tidak menulis blog lagi berhubung banyaknya pekerjaan yang sedang saya jalani dan sibuk mengerjakan tugas kuliah. Kali ini saya akan flashback ke masa lalu tentang apa saja pengalaman yang pernah saya alami dalam bidang beternak ayam kampung. tujuan tulisan ini hanya untuk berbagi pada anda yang ingin memulai usaha dibidang peternakan khususnya ayam kampung.

Mengapa ayam kampung??



Alasan yang mengapa ayam kampung berpotensi untuk dibudidayakan adalah karena:

1. ayam kampung mudah dipelihara
2. harga jual lebih tinggi dari ayam ras pedaging maupun ayam ras petelur afkir
3. tidak membutuhkan modal yang besar
4. dapat di ternakan dalam lokasi/lahan sempit
5. lebih tahan terhadap serangan penyakit.
6. prospek usaha yang menjanjikan
7. dan hal yang utama adalah daging ayam kampung yang mempunyai rasa dan tekstur yang khas

ini pengalaman saya saat memulai terjun di bidang perayaman. pada waktu itu saat saya masih duduk di kelas 2 SMA mencoba fokus untuk beternak ayam seusai pulang sekolah. sebelumnya kesukaan saya beternak ayam kampung ini karena awalnya ibu saya yang memelihara beberapa induk ayam dan seekor ayam pejantan.

indukan ayam tersebut dipelihara hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan saat lebaran dan sebagai bahan hidangan makanan ketika ada keluarga yang berkunjung kerumah, pakan yang diberikan pun hanya sekedar nasi sisa lauk-pauk keluarga saya dan terkadang mengais-ngais pakan di lingkungan rumah karena ayam saya ini dipelihara dengan cara ekstensif (diumbar/dilepaskan dialam). saat sore ayam pulang kerumah masuk ke kandang untuk tidur dan pagi harinya ibu saya membuka pintu kandang dan berkeliaran lah mereka mencari makan.

kandang yang digunakan pun hanya memanfaatkan ruang kosong yang letaknya di sudut rumah sekaligus dipakai sebagai gudang. kandang ayam dari bambu saya buat yang tujuannya agar ayam tersebut nyaman. terkadang ayam tidur didalam karung karena dahulu belum tersedia kandang. sampai kira-kira ayam saya saat itu berjumlah kurang lebih 80 ekor selama 1 tahun dari beberapa indukan yang ibu saya punya. tujuan saya memelihara ayam hanya sekedar memanfaatkan makanan sisa keluarga yang terbuang percuma dan tidak berniat untuk menjualnya dan memenuhi konsumsi protein hewani keluarga saya.

beternak ayam kampung memang mudah seperti beberapa alasan yang sudah saya paparkan di atas. sampai pada akhirnya saya lulus sekolah dan melanjutkan sekolah di fakultas peternakan di salah satu universitas di jawa tengah. disana baru terfikir poin nomor 2 dan 6 yaitu harga jual yang lebih tinggi dibanding ayam ras dan prospek kedepan yang bagus.

di beberapa daerah di indonesia masih kekurangan stok ayam kampung terutama saat hari raya tiba, pemenuhan kebutuhan terhadap ayam kampung hanya dari peternak-peternak rumahan skala kecil (1-10 ekor). saya rasa mengapa tidak kita pelihara ayam kampung dalam jumlah besar dan tentu saja keuntungan yang diperoleh juga akan besar. hal ini juga diimbangi oleh ketersediaan limbah pertanian yang melimpah sehingga tidak sulit untuk memulai usaha peternakan ayam kampung.

sekian pengalaman saya semoga menjadi acuan dan motifasi berwirausaha di bidang ternak unggas.
Maksud dari pinsip adalah pernyataan mengenai kebijakan yang akan dijadikan pedoman untuk mengambil keputusan. Prinsip ini harus dilaksanakan secara konsisten. Dalam kegiatan penyuluhan ini, penyuluh harus memiliki pegangan, yaitu dari segala prinsip yang telah disepakati. Tujuannya adalah melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin.
Menurut Mardikanto (1993) bahwa merujuk pada pemahaman penyuluhan bidang pertanian sebagai proses pembelajaran, maka prinsip-prinsip dalam penyuluhan pertanian sebagai berikut:
1.      Mengerjakan
Artinya kegiatan penyuluhan harus sebanyak mungkin melibatkan masyarakat untuk menerapkan sesuatu. Karena melalui "mengerjakan" mereka akan mengalami proses belajar (baik dengan menggunakan pikiran, perasaan, dan ketrampilannya) yang akan terus diingat untuk jangka waktu yang lebih lama. Penyuluhan akan mendapat respon yang baik apabila penyuluh Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Oleh karena dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan, lepas pekerjaan itu benar atau salah, berarti para petani menerima ide tersebut sehingga petani akan berfikir untuk menerapkan tentang apa yang telah didapat dari proses penyuluhan tersebut (, 2011). Secara fungsional setiap kelompok tani memilki fungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegaitan demi tercapainya sasaran peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani serta kesejahteraan masyarakat sendiri maupun kesejahteraan masyarakat luas pada umumnya (terutama yang berkaitan dengan swasembada pangan dan peningkatan ekspor untuk menghasilkan devisa), yaitu dalam bentuk terkendalinya kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk keberhasiln usahatani di lingkungan mereka.
2.      Akibat
Artinya kegiatan pertanian harus memberikan dampak yang memberi pengaruh baik. Penyuluhan pada dasarnya adalah pendidikan dimana target/sasarannya yaitu para petani/peternak harus mengalami perubahan perilaku, dari mulai aspek yang bersifat kognitif, afektif dan akhirnya psikomotorik hingga menimbulkan akibat berdayanya masyarakat. Pemberdayaan masyarakat, dimaksudkan untuk memperkuat kemam-puan (capacity strenghtening) masyarakat, agar mereka dapat berpar-tisipasi secara aktif dalam keseluruahn proses pembangunan, terutama pembangunan yang ditawarkan oleh penguasa dan atau pihak luar yang lain (penyuluh, LSM, dll). Mencakup sasaran evaluasi penyuluhan yang akan dicapai maka penyuluhan perlu dievaluasi secara objektif oleh penyuluh, sebab baik buruknya proses juga berpengaruh terhadap hasil penyuluhan yang dicapai peserta (Rafi’i, 2005).
3.      Asosiasi
Kegiatan penyuluhan harus saling terkait dengan kegiatan lainnya.  Sedangkan pengertian asosiasi sendiri adalah suatu kehidupan bersama antar individu dalam suatu ikatan. Kumpulan orang atau sekelompok individu dapat dikatakan kelompok sosial apabila memenuhi faktor-faktor sebagai berikut : (1) kesadaran akan kondisi yang sama, (2) adanya relasi sosial, (3) dan orientasi pada tujuan yang telah ditentukan (.
Misalnya apabila seorang petani berjalan di sawahnya kemudian melihat tanaman padinya terserang hama, maka ia akan berupaya untuk melakukan tindakan pengendalian dan dengan melihat cangkul orang diingatkan kepada penyuluhan tentang persiapan lahan yang baik; melihat tanaman yang kerdil atau subur, akan mengingatkan kepada usaha-usaha pemupukan.sebab setiap orang cendrung mengaitkan/ atau menghubungkan kegiatannya dengan kegiatan atau peristiwa lainnya.
Asosiasi juga berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dimana pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya adalah setiap anggota masyarakat serta lembga-lembaga masyarakat yang menampung produktifitas dari pada anggotanya. Masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang hidup di dalam suatu masyarakat madani (civil society), yaitu masyarakat yang percaya atas kemampuan para anggotanya untuk menciptakan kehidupan lebih baik, masyarakat yang ssetiap anggotanya sadar akan hak-haknya dan juga tahu akan kewajibannya (Tilaar, 1997).
Masyarakat madani tidak muncul dengan sendirinya, tetapi dibina secara bertahap oleh pemerintah pada tahap pertama, kemudian di tangani oleh masyarakat sendiri. Pemberian peran kepada lembaga-lembaga pemerintah seperti penyuluh misalnya, merupakan bentuk ksempatan agar masyarakat semakin berdaya. Perlindungan terhadap ketidakberdyaan masyarakat melalui berbagai program dan pemberian bimbingan dan kesempatan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) agar ikut serta dalam pemangunan dilakukan untuk sementara, sampai akhirnya masyarakat mandiri, dan dapat bersaing dalam era globalisasi guna memajukan usaha yang dicanangkannya sejak dini.
Dalam kearifan lokal, terkandung nilai kesetiakawanan atau solidaritas, saling berkorban dan berusaha bersama yang tercakup dalam pengertian modal sosial, atau social capital (Tjondronegoro, 2006).

4.      Minat dan kebutuhan
Pengertian minat
Menurut Tidjan (1976 :71) minat adalah gejala psikologis yang menunjukan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek sebab ada perasaan senang. Dari   pengertian   tersebut  jelaslah   bahwa   minat   itu   sebagai pemusatan perhatian atau reaksi terhadap suatu obyek seperti benda tertentu  atau   situasi   tertentu  yang  didahului oleh  perasaan   senang terhadap obyek tersebut. Sedangkan menurut Drs. Dyimyati Mahmud (1982), Minat dalah sebagai sebab yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian pada orang situasi atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang atau sesuatu obyek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas. Berdasarkan beberapa Pengertian Minat menurut alhi tersebut bahwa minat adalah gejala psikologis yang menunjukan bahwa adanya pengertian subyek terhadap obyek yang menjadi sasaran karena obyek tersebut menarik perhatian dan menimbulkan perasaan senang sehingga cenderung kepada obyek tersebut.

Pengertian kebutuhan
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup serta untuk memperoleh kesejahteraan dan kenyamanan. jadi pengertian kebutuhan yang terkait dengan penyuluhan yaitu dimana masyarakat tani membutuhkan peranan penyuluh untuk dapat mensejahterakan kehidupannya sebagai bagian usaha dalam mengefektifkan usaha taninya.

Dari pengertian minat dan kebutuhan di atas Artinya bahwa penyuluhan akan efektif jika selalu mengacu kepada minat dan kebutuhan masyarakat, utamanya masyarakat tani. Tujuan yang berorientasi pembangunan khusunya dibidang pertanian harus bersifat spesifik mengenai minat dan kebutuhan di tingkat lokal yang memungkinkan akan terjadinya konflik, mengingat keragaman tujuan dan keinginan/minat masyarakat.
Untuk mencapai prestasi yang baik disamping kecerdasan juga minat, sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan efesien. Dalam percakapan sehari-hari pengertian perhatian dikacaukan dengan minat dalam pelaksanaan perhatian seolah-olah kita menonjolkan fungsi pikiran, sedangkan dalam minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa, tetapi kenyataanya apa yang menarik minat menyebabkan pula kita kita berperhatian, dan apa yang menyebabkan perhatian kita tertarik minatpun menyertai kita.” (Dakir. 1971 : 81).

5.      Kerjasama dan Partisipasi
Artinya penyuluhan hanya akan efektif jika menggerakan partisipasi masyarakat untuk selalu bekerjasama dalam melaksanakan program-program penyuluhan yang telah dicanangkan. Keterampilan hubungan manusia diperlukan pada semua tingkat penyuluh dalam organisasi. Banton (1995), mengatakan bahwa hubungan manusia menunjukkan pada semua interaksi yang dapat terjadi diantara anggota masyarakat, konflik dan hubungan kerja sama dalam organisasi. Artinya bahwa hubungan manusia merupakan kemampuan untuk memahami manusia secara individu dan kelompok, kemampuan kerja sama berkomunikasi memberikan inovasi kepada bawahan dan membangun kerja sama agar dapat meningkatkan unjuk kerja dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Dalam bidang penyuluhan, keterampilan hubungan manusia adalah kemampuan mengelola untuk membangun sistim komunikasi dua arah yang terbuka dengan personil para penyuluh untuk meningkatkan unjuk kerja organisasi (perusahaan yang dibina).
Soetrisno (1995) mendefinisikan bahwa partisipasi secara universal yaitu kerjasama yang erat antara perencanaan dan rakyat dalam merencanakan, melaksanakan melestarikan, dan mmengembangkan hasil pembangunan yang telah dicapai.  Masyarakat yang  berpartisipasi adalah masyarakat yang produktif, sadar akan hakk-hak dan kewajibannya, sadar hukum, dan bertekad untuk mandiri, karakteristik masyarakat yanag berpartisipasi adalah masyarakat yang kritis, mampu berdiri sendiri, dan masyarakat yang mau berkarya.
Contoh partisipasi masyarakat secara nyata yaitu seperti pada tahun 2005 Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah membangun sebuah PLTMH di Paneki Desa Pombewe Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi untuk membantu kelompok masyarakat tidak mampu yang ada di sekitar lokasi (Kali, 2011). Bantuan pemerintah berupa penyedian dana pembangunan yang di dalamnya masyarakat diberi peluang atau kesempatan untuk ikut berpartisipasi mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan karena ketersediaan biaya pembangunan sangat terbatas. Kebijakan ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki akses untuk ikut terlibat, turut memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan mengelolah hasil pembangunan sehingga masyarakat tidak hanya sebagai objek pembangunan semata tetapi sudah menjadi subjek pembangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat terkesan lepas tangan terhadap proyek yang dilakukan oleh pemerintah walaupun mereka sendiri yang menikmati hasil pembangunan karena mereka beranggapan bahwa proyek tersebut merupakan milik pemerintah sehingga mereka tidak perlu melakukan pemeliharaan dan perawatan. Kegiatan pembangunan Dari urai diatas dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan akan terwujud sebagai suatu kegiatan nyata dalam setiap jenis kegiatan apabila pada diri masyarakat ada kemauan, kesediaan, kemampuan, upaya dan kesempatan atau peluang.

6.      Belajar Sambil Bekerja
Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan di sekolah, meskipun tidak selamanya belajar harus berada disekolah. Belajar sebagai kegiatan pokok berperan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan atau dicita-citakan ( Thabrany 1994). Selanjutnya Adjid, Dudung Abdul (2001) menyatakan bahwa proses transfer yang ditandai oleh adanya perubahan pengetahuan, tingkah laku dan kemampuan seseorang yang relatif tetap sebagai hasil dari latihan dan pengalaman yang terjadi melalui aktifitas mental yang bersifat aktif, konstruktif, komulatif dan berorientasipada tujuan. Berdasarkan pengertian di atas terdiri dari beberapa elemen yangpenting yang mencirikan pengertian tentang belajar, yaitu: Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, di mana perubahan itu dapat mengarahkepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarahkepada tingkah laku yang lebih buruk; Belajar merupakan suatu perubahanyang terjadi melalui latihan atau pengalaman, dalam arti perubahan-perubahanyang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan.
Iswanto (2002) menyatakan bahwa Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berdasarkan penytaan di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud belajar sambil bekerja dalam penyuluh peternakan adalah kegiatan penyebar-luasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses perubahan perilaku yang dilakukan melalui proses pendidikan atau kegiatan belajar. Artinya, perubahan perilaku yang terjadi/dilakukan oleh sasaran tersebut berlangsung melalui proses belajar. Penyuluhan peternkan merupakan suatu proses belajar bersama dalam mencpai tujuan. Dapat disimpulkan bahwa proses belajar dan bekerja dalam bidang penuluhan merupakan  proses perubahan kualitatif dan kuantitatif pengetahuan dan perilaku seseorang yang dihasilkan dari praktik dan pengalaman. Bertolak dari pengertian belajar, maka dapat dipahami bahwa belajar merupakan suatu usaha untuk memperoleh kepandaian atau kecerdasan, ilmu atau wawasan, ketrampilan dan pengalaman. Sehingga atas pertimbangan inilah, kiranya diperlukan suatu strategi atau pola atau cara yang diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam belajarnya.

7.      Penggunaan Metode yang Sesuai      
Metode secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu. Secara umum atau luas  metode atau metodik berarti ilmu tentang jalan yang dilalui untuk mengajar kepada anak didik supaya dapat tercapai tujuan belajar dan mengajar. Adjid, Dudung Abdul (2001) mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara pelaksanaan dari pada murid-murid di sekolah. Kartasapoetra (1994) mengatakan bahwa metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dari penyataan tersebut penyuluh berperan sebagai sumber seorang yang akan menularkan informasi bagi peternak dalam memanfaatkan dan mengolah pertanian-perterbakan untuk mencapai suatu tujuan. Membuka wawasan baru bagi petani peternak, namun pendapat diatas kurang tepat untuk arti penyuluhan, karena dalam penyulhan bukan merupakan bidang dalam akademis pendidikan formal dimana murid hanya meneria informasi yang diberikan oleh guru dengan proporsi yang mengacu pada target pembelajaran sesuai tingkatan. Berbeda dengan di masyarakat dimana para petani peternak dimana mereka sudah menaplikasikan teknik pertanian dan peternakan secara turun menurun, disinilah perbedaan inti dari penyataan yang dinyatakan Kartasapoetra (1994). Peran penyuluh peternakan akan menjadi penting apabila penyuluh peternakan dapat ,menularkan informasi yang susuai dengan kebutuhan dari para petani peternak. Aspek teknis penyampaian informasi akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari penyuluhan. Wawasan baru akan merangsang keinginan petni peternak sehingga informasi yang diberikan akan tepat sasaran.
Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni tekhnik yaitu cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur. Menurut Wiradmaja (1990) terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan agar penyuluhan menjadi efektif dan dapat diterima oleh masyarakat yaitu sebagai berikut:

Metode Berdasarkan teknik komunikasi
Berdasarkan teknik komunikasi metode penyuluhan dapat dibedakan antara yanglangsung ( muka ke muka/ face to face communication) dan yang tidak langsung (indirect communication). Metode yang langsung digunakan pada waktu penyuluhan pertanian/peternakan berhadapan muka dengan sasarannya sehingga memperoleh respon dari sasarannya dalam waktu yang relatif isngkat (Mardikanto, 1993). Misalnya pembicaraan di balai desa, di sawah, dalam kursus, demonstrasi dan sebagainya. Metode yang langsung ini dianggap lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh dan sasaran sertacepatnya respon atau umpan balik dari sasaran. Namun metode penyuluhan tak langsung tidak memungkinkan penyuluh mendapatkan respon dari sasaran dalam waktu realtif singkat (Mardikanto, 1993).

Metode berdasarkan jumlah sasaran dan proses adopsi
Berdasarkan jumlah sasaran dan proses adopsi maka penyuluhan dibedakan menjadi hubungan perseorangan, hubungan kelompok dan hubungan masal. Metode dengan hubungan perseaonrgan digunakan penyuluhan pertanian/peternakan untuk berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan masing-masing orangnya. Misalnya adalah kunjungan ke rumah, ke sawah, ke kantor, pengiriman surat kepada perseorangan dan hubungan telepon. Dalam banyak hal, hubungan perseorangan diperlukan agar petani menerapkan rekomendasi yang dianjurkan. Metode dengan hubungan kelompok digunakan oleh penyuluhan pertanian/peternakan untuk menyampaikan pesan kepada kelompok. Metode ini sesuai dengan keadaan dan norma sosial dari masyarakat pedesaan Indonesia, seperti hidup berkelompok, bergotong-royong dan berjiwa musyawarah (Rasida, 1991 ; Martanegara, 1993). Contohnya adalah pertemuan, demontrasi, karya wisata, pameran, perlombaan, kursus, diskusi kelompok dan lain-lain. Metode ini dapat meningkatkan tahapan minat dan perhatian ke tahapan evaluasi dan mencoba menerapkan rekomendasi yang dianjurkan. Metode dengan hubungan masal digunakan oleh pneyuluhan pertanian/peternakan untuk menyampaikan pesan langsung atau tidak langsung kepada banyak orang sekaligus pada waktu yang hampir bersamaan. Contohnya adalah pidato dalam pertemuan besar, siaran pedesaan lewat radio dan televisi, pertunjukan wayang atau dagelan, penyebaran bahan cetakan, penempelan poster, pembentangan spanduk dan lain-lain. Metode ini digunakan untuk menarik minat dan perhatian masyarakat akan sesuatu rekomendasi usaha tani-ternak.

Metode berdasarkan indera penerima
Berdasarkan indera penerima pada sasaran metode penyuluhan dapat digolongkan menjadi metode yang dapat dilihat, metode yang dapat didengar serta metode yang dapat dilihat dan didengar. Dalam metode yang dapat dilihat, pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melauli indera penglihatan. Contohnya adalah metode publikasi barang cetakan, gambar, poster, leaflet dan lain-lain. Pertunjukan film bisu dan slide tanpa penjelasan lisan, pameran tanpa penjelasan lisan, surat-menyurat dan sebagainya. Dalam metode yang dapat didengar pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melalui indera pendengaran. Contohnya siaran lewat radio dan tape recorder, hubungan melalui telepon, pidato ceramah dan lain-lain. Sedangkan metode yang dapat dilihat dan didengar pesan penyuluhannya diterima oleh sasaran melalui indera penglihatan dan pendengaran sekaligus. Contohnya adalah metode pertunjukan film bersuara, siaran lewat televisi, wayang, kursus berupa pelajaran dikelas dan prakteknya, karya wisata, pameran dengan penjelasan lisan.

Metode Penyuluhan yang Efektif dan Efisien
Suatu metode disebut efektif apabila dengan metode yang digunakan dalam suatu kegiatan penyuluhan, tujuan yang diinginkan tercapai (Martanegara, 1993). Dalam ini metode penyuluhan dikatakan efektif apabila tercapainya tahap penerapan (adoption) dalam proses adopsi. Unsur-unsur dari keefektifan metode penyuluhan adalah (Martanegara, 1993) :
      1.            Tingkat kemampuan penyuluh, yaitu pengetahuan dan keterampilan penyuluh dalam memberikan informasi penyuluhan.
      2.            Keadaan alat bantu penyuluhan yaitu ketersediaan alat bantu pada saat penyuluhan.
      3.            Kesesuaian waktu dan tempat penyuluhan yaitu kesesuaian dan ketepatan waktu pertemuan dan tempat pelaksanaannya.
      4.            Materi penyuluhan, yaitu ketepatan dan kesesuaian materi penyuluhan dengan masalah yang dihadapi.
      5.            Kondisi dan tingkat adopsi peternak.
      6.            Kesesuaian dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu kejelasan dan kesesuaian tujuan penyuluhan dengan kepentingan-kepentingan sasaran.
Sedangkan efisien berarti hemat, dalam arti menggunakan semua sumber daya (tenga, waktu, pikiran dan biaya) sekecil mungkin untuk mendapatkan hasil sebesar-besar (tujuan penyuluhan tercapai). Dengan kata lain, metode yang digunakan dalam penyuluhan tidak menghabiskan banyak biaya, waktu, tenaga dan pikiran.

8.      Kepemimpinan
Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara(Remaja Rosdakarya. Robbins, Stephen P. 2002).  
Thoha dan Miftah. (1983) menyatakan bahwa kepemimpinan sangat penting dalam suatu organisasi, karena kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam suksesnya suatu organisasi atau manajemen. Kepemimpinan itu ada di dalam diri pemimpin. Suatu organisasi akan menjadi buta dan tidak memiliki arah jika tidak ada unsur kepemimpinan dalam organisasi tersebut.Kepemimpinan sangat erat hubungannya dengan kepercayaan. Membangun kepercayaan anggota atau bawahan itu sangat sulit. Sehingga diperlukan bukti nyata ketika memimpin suatu organisasi. Ketika kepercayaan menjauh tujuanpun akan menjauh, tapi jika kepercayaan dekat dengan kita yakinlah tujuanpun semakin dekat dengan kita. Dalam prinsip penyuluhan kepemimpinan menjadi hal yang mutlak untuk seorang penyuluh.
Purwanto dan Ngalim(1991) menyatkan  arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Jadi seorang penyuluh harus mempunyai keterampilan khusus agar dapat mengerakan masyarakat agar mampu berkembang, membuka wawasan baru dan inovasi.

9.      Segenap Keluarga
Soekartawi (1988) menyatakan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Menurut Wiraatmaja (1990) segenap keluarga, artinya, penyuluh harus memperhatikan keluarga sebagai satu kesatuan dari unit sosial. Dalam hal ini, terkandung pengertian-pengertian:
      1.            Penyuluhan harus dapat mempengaruhi segenap anggota keluarga.
      2.            Setiap anggota keluarga memiliki peran/pengaruh dalam setiap pengambilan keputusan.
      3.            Penyuluhan harus mampu mengembangkan pemahaman bersama.
      4.            Penyuluhan mengajarkan pengelolaan keuangan keluarga.
      5.            Penyuluhan mendorong keseimbangan antara kebutuhan keluarga dan kebutuhan usahatani.
      6.            Penyuluhan harus mampu mendidik anggota keluarga yang masih muda,
      7.            Penyuluhan harus mengembangkan kegiatan-kegiatan keluar-ga, memperkokoh kesatuan keluarga, baik yang menyangkut masalah sosial, ekonomi, maupun budaya.
      8.            Mengembangkan pelayanan keluarga terhadap masyarakat-nya.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa penyuluhan mempunyai arti untuk mempengaruhi setiap anggota keluarga untuk ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan masyarakat petani peternak agar terjalin suatu sinergi yang mampu mengerakan perokonomian keluarga melalui pencapaian penularan ilmu dari pnyuluh.

10.  Kepuasan
Soekartawi (1988)  mendefinisikan kepuasan sebagai perasaan senang atau kecewa seseorang yang dialami setelah membandingkan antara persepsi kinerja atau hasil suatu produk dengan harapan-harapannya. Berdasarkan pernyataan di atas arti penyuluh harusmampu mewujudkan tercapainya kepuasan. Adanya kepuasan, akan sangat menentukan keikutsertaan sasaran pada program-program penyuluhan selanjutnya. Karena adanya rasa puas dari masyarakat maka kegiatan penyuluhan akan berjalan lancar. Merekan akan mengikuti acara penyuluhan untuk berikutnya.

Contact Person

AVIAN JAYA FARM
Nama        : AVIAN TRENGGONO
Alamat      : Jl. Sukaraya-sukatani, Bekasi
Email         : aviantrenggono@yahoo.com
Hp              : 082137612234
Facebook : Avian Trenggono
Twitter      : Avian_trg
Website      : ternakapaaja.blogspot.co.id

VISITORS

Flag Counter